Mahasiswa FIK UTU Ubah Botol Bekas Jadi Kursi dalam Inovasi

  • 09 Agt 2026 13:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Tapaktuan - Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil mengolah limbah anorganik tersebut menjadi unit kursi yang kokoh dan bernilai guna bertempat di Kabupaten Aceh Selatan

Inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini berlangsung sepanjang masa PBL, dari tanggal 8 Juli hingga 4 Agustus 2026, yang Berada di tengah kawasan pemukiman warga, sehingga para mahasiswa memilah botol-botol plastik tak terpakai, membersihkannya, lalu merangkainya hingga memiliki daya tumpu yang cukup kuat untuk diduduki.

Ketua Tim Mahasiswa PBL UTU, Afrihal Dwi Andika, Minggu 9 Agustus 2026 menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengubah cara pandang warga terhadap sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna.

“iya seama masa PBL Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, sampah plastik dapat diubah menjadi barang yang berguna. Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dan mampu memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai,” kata Afrihal di sela-sela penyerahan hasil karya kepada warga.

Program yang difokuskan pada penekanan dampak pencemaran lingkungan ini mengusung prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Kehadiran olahan limbah ini secara langsung mengurangi volume limbah anorganik yang terbuang di lingkungan gampong sekaligus memberi alternatif perabotan rumah tangga yang hemat biaya bagi warga setempat.

Pengerjaan kursi plastik dilakukan secara gotong royong di balai desa setempat. Mahasiswa bekerja bahu-membahu bersama warga, perangkat gampong, hingga kader kesehatan. Suasana kebersamaan terlihat saat warga lokal ikut mengumpulkan botol dan mempelajari teknik penyusunan struktur kursi dari para mahasiswa.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah gampong. Keuchik Gampong Ujung Kampung, Nurzal, menilai kehadiran mahasiswa UTU memberikan solusi praktis bagi persoalan kebersihan lingkungan yang kerap dihadapi wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa PBL UTU. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tutur Nurzal.

Melalui pendampingan ini, tim PBL Kesehatan Masyarakat UTU menyerahkan hasil olahan kursi tersebut untuk dimanfaatkan di fasilitas publik gampong, sekaligus meninggalkan keterampilan daur ulang agar dapat diteruskan secara mandiri oleh warga Ujung Kampung

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....