UTU Dukung Program Rajadesa Perkuat Pembangunan Desa di Aceh Barat

  • 07 Agt 2026 12:33 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Sarjana Membangun Desa (Rajadesa) Tahun 2026 yang digagas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sebagai upaya memperkuat pembangunan dan kemandirian desa.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan dan penyerahan peserta Rajadesa yang berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien, Bappeda Aceh Barat, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pada kegiatan itu, Rektor UTU diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Mursyidin, M.A. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dihadiri Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., Wakil Bupati, Plt Sekda, Asisten I dan II Setdakab, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan Program Rajadesa diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan di tingkat gampong.

“Program Rajadesa ini kita harapkan dapat berkontribusi bagi daerah terutama dalam mengangkat potensi ekonomi lokal dan produk-produk lokal yang ada di setiap gampong di Aceh Barat,” ujar Tarmizi.

Selain mendorong penguatan ekonomi desa, para peserta Rajadesa juga diharapkan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat serta mendukung upaya pencegahan penyakit di wilayah penugasan.

Mewakili Rektor UTU, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Mursyidin, M.A., menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan,” kata Mursyidin.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan lulusan di tengah masyarakat menjadi penghubung antara hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di desa.

“Kami percaya bahwa kolaborasi yang baik antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan melahirkan desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tuturnya.

Usai pelepasan, para peserta Rajadesa dijadwalkan mulai menjalankan pendampingan masyarakat di sejumlah gampong di Kabupaten Aceh Barat sebagai bagian dari pelaksanaan program tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....