Mahasiswa UTU Bangun Pengolahan Sampah Terpadu di wisata Kolam Bebek
- 30 Jul 2026 19:21 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Nagan Raya – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil membangun dan menguji coba Unit Pengolahan Sampah Terpadu di kawasan wisata Kolam Bebek, Gampong Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya. Program ini menjadi langkah nyata mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong lahirnya kawasan Eduwisata Lingkungan berbasis konsep Zero Waste Edu-tourism.
Program tersebut menghadirkan dua teknologi tepat guna yang dikembangkan bersama masyarakat. Teknologi pertama berupa mesin pembakar sampah residu anorganik bersirkulasi ganda yang menghasilkan emisi rendah. Abu hasil pembakaran dimanfaatkan sebagai bahan pupuk, sedangkan limbah plastik diolah menjadi paving block yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa.
Teknologi kedua adalah fasilitas biokonversi sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Sampah sisa makanan dari pedagang wisata diolah menjadi pakan alternatif berprotein tinggi melalui budidaya maggot BSF. Selain menghasilkan pakan ikan dan unggas, residu media budidaya juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Ketua Tim PPK Ormawa Himalogista UTU mengatakan program ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga membangun ekonomi sirkular melalui perubahan perilaku masyarakat. Salah satu strategi yang diterapkan adalah sistem penghargaan (reward) bagi pedagang yang disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya.
Hasil uji fungsional menunjukkan unit pengolahan mampu mencapai target efisiensi reduksi sampah sesuai perencanaan. Tingkat partisipasi pedagang dalam melakukan pemilahan sampah juga meningkat secara signifikan setelah penerapan sistem tersebut.
Keuchik Gampong Kuala Trang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah di kawasan wisata. Untuk menjaga keberlanjutan program, Tim PPK Ormawa Himalogista juga menyusun Modul Operasional dan Eduwisata Terpadu sebagai pedoman pengelolaan bagi pemerintah gampong dan masyarakat.
Program inovasi di Gampong Kuala Trang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program PPK Ormawa Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa yang mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....