MAN 1 Aceh Barat Luncurkan Kelas Internasional Pertama di Aceh
- 30 Jul 2026 16:04 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – MAN 1 Aceh Barat resmi meluncurkan program kelas internasional pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi yang pertama diterapkan di madrasah aliyah di Aceh sebagai upaya menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd., di Meulaboh, Kamis 30 Juli 2026, mengatakan peluncuran kelas internasional merupakan bagian dari pengembangan madrasah yang juga membuka kelas kedinasan. Menurutnya, program ini lahir sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.
"Program kelas internasional dan kelas kedinasan ini merupakan kebutuhan yang berkembang dari orang tua serta menyesuaikan perkembangan zaman. Anak-anak Aceh Barat memiliki potensi besar dan perlu difasilitasi agar mampu bersaing di tingkat internasional," katanya.
Sebelum program dijalankan, pihak madrasah melakukan kajian terhadap standar sekolah internasional, mulai dari kurikulum hingga metode pembelajaran. Hasil kajian tersebut menjadi dasar penerapan kelas internasional di MAN 1 Aceh Barat.
Pada tahun pertama, madrasah membuka satu rombongan belajar kelas internasional dengan kuota 32 siswa serta dua kelas kedinasan. Seluruh peserta didik dipilih melalui proses seleksi untuk memastikan kesiapan mengikuti pola pembelajaran yang dirancang.
Faisal menjelaskan, pada tahap awal program tersebut belum dikenakan biaya tambahan dan akan disesuaikan dengan kemampuan madrasah. Penerapan kurikulum berstandar global juga dilakukan secara bertahap.
| Baca juga: DP3AKB Aceh Barat Bimtek Sekolah Ramah Anak |
Ke depan, proses pembelajaran di kelas internasional ditargetkan menggunakan bahasa asing dalam sejumlah mata pelajaran, termasuk matematika dan pendidikan agama. Untuk mendukung program tersebut, madrasah juga akan meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam penguasaan bahasa asing.
Menurut Faisal, minat siswa mengikuti program tersebut cukup tinggi. Namun, pada tahun pertama jumlah peserta dibatasi hanya satu kelas agar kualitas pembelajaran dapat terjaga.
"Insyaallah tahun depan kami menargetkan membuka dua kelas internasional sehingga semakin banyak siswa yang dapat mengikuti program ini," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....