PT PEMA Serahkan Dividen Rp28,76 Miliar kepada Pemerintah Aceh
- 26 Jul 2026 16:18 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menyerahkan dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp28.762.513.255 kepada Pemerintah Aceh. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dividen Tahun Buku 2024 sebesar Rp26.706.831.364 dan Tahun Buku 2023 sebesar Rp26.685.405.472.
Penyerahan dividen secara simbolis dilakukan Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Jumat, 24 Juli 2026, disaksikan jajaran direksi PT PEMA dan sejumlah pejabat terkait.
Mawardi Nur mengatakan peningkatan dividen tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja perusahaan melalui penguatan tata kelola, pembenahan manajemen, serta pengembangan sejumlah lini bisnis secara profesional.
“Penyerahan dividen ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah setiap tahunnya melalui peningkatan kinerja, perluasan bisnis, dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh,” ujar Mawardi.
Ia menjelaskan, laba PT PEMA Tahun Buku 2025 ditopang sejumlah unit usaha strategis. Di antaranya pengelolaan Wilayah Kerja Blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor kopi Arabika Gayo, serta perdagangan hasil perikanan.
Menurut Mawardi, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran perusahaan yang dalam beberapa tahun terakhir melakukan pembenahan internal, memperkuat sistem manajemen, meningkatkan transparansi, serta membangun budaya kerja yang adaptif dan akuntabel.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengapresiasi peningkatan kinerja PT PEMA sebagai salah satu Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Ia menilai perusahaan mampu mengembangkan bisnis secara profesional tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
“Ini menjadi bukti bahwa BUMA dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat putra-putri terbaik Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA,” kata Muzakir.
Ia berharap kontribusi PT PEMA terhadap Pendapatan Asli Aceh terus meningkat sehingga manfaat keberadaan perusahaan semakin dirasakan masyarakat dan mendukung pembiayaan pembangunan daerah.
Ke depan, PT PEMA menargetkan peningkatan pendapatan pada 2026 melalui optimalisasi sejumlah bisnis yang telah berjalan, termasuk peningkatan harga jual gas melalui PT Pema Global Energi, optimalisasi nilai jual sulfur, serta perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.
Selain memperkuat bisnis yang sudah ada, PT PEMA juga mulai mengembangkan sejumlah sektor strategis baru, seperti telekomunikasi, pembangunan fasilitas cold storage, pengembangan kawasan industri, serta peluang investasi bernilai ekonomi tinggi lainnya.
Peningkatan dividen tersebut diharapkan menjadi indikator positif bagi penguatan kinerja BUMA sekaligus memperbesar kontribusi sektor usaha milik daerah terhadap peningkatan pendapatan dan pembangunan Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....