BMKG Deteksi 70 Titik Panas di Aceh, Aceh Barat Terpantau Empat
- 24 Jul 2026 18:29 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mendeteksi sebanyak 70 titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan sensor MODIS dan NOAA20/VIIRS pada 23 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB. Dari jumlah tersebut, empat titik panas terpantau berada di Kabupaten Aceh Barat dengan tingkat kepercayaan sedang, sebagaimana disampaikan dalam laporan resmi BMKG yang dirilis pada Jumat, 24 Juli 2026.
Berdasarkan peta sebaran titik panas, empat hotspot di Aceh Barat tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, Samatiga, dan Woyla Barat. Pemantauan dilakukan menggunakan satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (SNPP), dan NOAA20 untuk mengidentifikasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain Aceh Barat, titik panas juga terdeteksi di sejumlah kabupaten lainnya, seperti Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, hingga Nagan Raya. Dari seluruh wilayah tersebut, Kabupaten Nagan Raya menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak yang didominasi berada di Kecamatan Darul Makmur.
Laporan BMKG juga mencatat terdapat dua titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Sementara titik panas lainnya didominasi memiliki tingkat kepercayaan sedang dan sebagian kecil berstatus rendah.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh menyatakan bahwa hasil pemantauan satelit menjadi salah satu instrumen penting dalam mendeteksi potensi awal kebakaran hutan dan lahan. "Dari hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP) serta NOAA20/VIIRS, terdapat 70 titik panas di Provinsi Aceh," demikian bunyi keterangan tertulis BMKG.
BMKG menjelaskan bahwa titik panas merupakan indikator adanya anomali suhu permukaan yang berpotensi berkaitan dengan aktivitas kebakaran. Namun demikian, keberadaan hotspot masih memerlukan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran atau dipengaruhi faktor lain.
Untuk wilayah Aceh Barat, titik panas terpantau berada di Arongan Lambalek sebanyak dua titik, Johan Pahlawan satu titik, Samatiga satu titik, serta Woyla Barat satu titik. Seluruh titik tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Pantauan dilakukan pada 23 Juli 2026 pukul 00.00 sampai 23.00 WIB menggunakan data satelit MODIS dan NOAA20/VIIRS sebagai bagian dari sistem pemantauan titik panas di Provinsi Aceh," tulis Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh dalam keterangan resminya.
BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas. Data pemantauan satelit tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait dalam melakukan patroli serta langkah antisipasi guna mencegah meluasnya kebakaran di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....