Dinas PPA Aceh Barat Edukasi Stop Bullying di MTs Harapan Bangsa Meulaboh
- 14 Jul 2026 22:06 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Barat menggelar edukasi 'Stop Bullying di Madrasah' kepada 210 murid baru MTs Harapan Bangsa Meulaboh
- Kepala Dinas Mulyani menegaskan bahwa bullying memberikan dampak serius terhadap psikologis, kepercayaan diri, dan semangat belajar peserta didik sehingga diperlukan komitmen bersama untuk menolaknya.
- Siswa diajak berperan aktif sebagai pelapor sebaya dan diberikan brosur edukasi untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan tindakan perundungan di lingkungan madrasah.
RRI.CO.ID, Meulaboh - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan Pendidikan, Selasa, 14 Juli 2026. Salah satunya melalui kegiatan edukasi bertajuk "Stop Bullying di Madrasah" yang digelar dalam rangka Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTs Harapan Bangsa Meulaboh.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Barat, Mulyani, hadir sebagai pemateri dan memberikan edukasi kepada sekitar 210 murid baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Dalam pemaparannya, Mulyani menegaskan bahwa praktik bullying dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, hingga semangat belajar peserta didik. Karena itu, seluruh warga sekolah diharapkan memiliki komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan.
Selain menyampaikan materi edukasi, Mulyani juga mengajak para siswa untuk berperan aktif sebagai pelapor sebaya apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan madrasah. Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru maupun pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, para siswa turut diberikan brosur edukasi sebagai panduan dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan tindakan perundungan.
Sementara itu, perwakilan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aceh Barat, Cut Sari Lazuardi, mengatakan bahwa kasus bullying masih ditemukan di berbagai lingkungan pendidikan. Bentuknya tidak hanya terjadi antarsiswa, tetapi juga dapat melibatkan hubungan antara siswa dengan guru maupun pihak lainnya.
Karena itu, menurut Cut Sari, edukasi sejak dini perlu terus dilakukan dengan metode yang menarik dan mudah dipahami agar mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghormati dan mencegah terjadinya perundungan.
Kepala MTs Harapan Bangsa Meulaboh, Suandi menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Barat dalam memberikan edukasi kepada para siswa. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak dan bebas dari praktik bullying.
Pihak madrasah berharap kolaborasi antara sekolah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kasus perundungan di lingkungan pendidikan Aceh Barat dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....