Ulama Muda Aceh Barat Bahas Perkara Ta'zir dengan Harta Sebagai Pembinaan
- 05 Jul 2026 12:51 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Forum Tengku Muda Aceh Barat mengadakan mubahatsah untuk membahas hukum Ta'zir dengan Harta sebagai upaya memperkuat tradisi literasi dan pendalaman keilmuan Islam di kalangan generasi muda dayah
- Mubahatsah merupakan tradisi intelektual dayah yang melibatkan kajian kitab turats mendalam, argumentasi berdasarkan dalil, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat dengan adab dan akhlak
- Hasil pertemuan ulama muda akan menghasilkan karya ilmiah yang dibukukan menjadi pedoman bagi kalangan dayah dalam merumuskan persoalan umat, khususnya dalam hal disiplin santri
RRI.CO.ID, Meulaboh - Sejumlah ulama muda di Aceh Barat mengadakan mubahatsah atau diskusi ilmiah membahas hukum Ta'zir dengan Harta atau hukuman pembinaan dengan harta. Pertemuan Forum tengku muda ini difasilitasi Kementerian Agama Aceh Barat, Minggu 5 Juli 2026.
Kakankemenag Aceh Barat Dr H Tgk Khairul Azhar, MA menyampaikan pertemuan Forum Tengku Muda Aceh Barat ini sebagai upaya memperkuat tradisi literasi, diskusi ilmiah, dan pendalaman khazanah keilmuan Islam di kalangan generasi muda dayah.
"Kita sifatnya memfasilitasi forum ulama muda Aceh Barat. Tengku-tengku dayah ini adalah orang cerdas dan selalu berpikir kritis atas semua persoalan umat melalui kajian keilmuannya," jelasnya.

Mubahatsah merupakan tradisi intelektual yang telah lama hidup di lingkungan dayah. Melalui forum ini, para tengku muda mengkaji kitab turats secara mendalam, menyampaikan argumentasi berdasarkan dalil, serta menghargai perbedaan pendapat dalam bingkai adab dan akhlak.
"Forum mubahatsah bukan sekadar ruang berdiskusi, tetapi juga menjadi ruang literasi yang melahirkan budaya membaca, menelaah, berpikir kritis, dan mengembangkan kemampuan menjawab persoalan keagamaan secara ilmiah," ujar Khairul Azhar akarap disapa Waled ini.
Hasil pertemuan para ulama muda ini akan menghasilkan sebuah karya ilmiah yang kemudian dibukukan. Menjadi pedoman bagi kalangan dayah dalam merumuskan persoalan umat, terutama di kalangan dayah sendiri.
Ketua Forum Tengku Muda Aceh Barat, Tgk Resyad menyampaikan bahwa diskusi terkait Ta'zir ini dipandang penting sebagai upaya menyamakan persepsi. Ta'zir sering terjadi dan berlaku di kalangan pesantren/ dayah agar dilakukan sesuai ketentuan.
"Pertemuan kali ini kita membahas Ta'zir karena ini berlaku di lembaga pendidikan atau pondok pesantren dalam mendisiplinkan santri sehingga harus ada sebuah kesamaan persepsi," ujarnya.

Ke depan para ulama muda ini akan melakukan kajian-kajian lain yang bersentuhan kepentingan masyarakat dengan berdasarkan pada dalil dan kajian keagamaan.
Dalam pertemuan ini para ulama muda saling beradu argumen dan menyampaikan pendapat. Mulai dari Alquran, Hadist, pendapat imam mazhab, kitab kuning dan hadis maja ulama Aceh yang dijadikan representatif melahirkan sebuah keputusan berdasarkan kesepakatan bersama.
"Selanjutnya pada pertemuan lain kita akan membahas tema sesuai kesepakatan forum," ujar ulama muda dari Pesantren/ Dayah Bukit Iqraq ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....