BPS Simeulue Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026
- 01 Jul 2026 15:37 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Simeulue - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simeulue mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Masyarakat diharapkan dapat menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan data yang akurat dan benar.
Kepala BPS Kabupaten Simeulue, Tsamirfuadi, mengatakan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaksanaan sensus berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Kami minta masyarakat agar tidak perlu khawatir. Cukup menerima petugas sensus dengan baik dan menjawab setiap pertanyaan secara jujur dan benar. Insya Allah data aman dan dilindungi undang-undang," ujar Tsamirfuadi dalam siaran pers diterima RRI.CO.ID, Rabu 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan resmi pemerintah untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Data yang dihimpun akan menjadi acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Tsamirfuadi juga menegaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi tidak berkaitan dengan penetapan pajak bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Menurutnya, pendataan tersebut semata-mata dilakukan untuk memperoleh data statistik yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan.
"Ini murni untuk kepentingan data pembangunan, bukan untuk pajak," tegasnya.
Mengenai pelaksanaan di lapangan, Tsamirfuadi menyebutkan bahwa hingga memasuki sepekan pelaksanaan sensus, tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat proses pendataan.
Kendati demikian, petugas masih menghadapi keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah sehingga proses pengunggahan data membutuhkan waktu lebih lama.
Meski demikian, ia memastikan seluruh petugas tetap dapat menjalankan tugas dengan baik. Hingga saat ini, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Simeulue juga berlangsung kondusif tanpa adanya penolakan dari masyarakat.
"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala besar maupun penolakan dari warga," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....