Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat Dilantik Jadi Wasekretaris PWNU Aceh

  • 28 Jun 2026 14:40 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, M.D., resmi dilantik sebagai Wakil Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh masa khidmat 2026–2031 di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Sabtu, 27 Juni 2026 malam. Pelantikan yang dipimpin Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Muhammad Cholil Nafis, Ph.D., tersebut menjadi momentum penguatan organisasi melalui tema "Revitalisasi Tradisi, Konsolidasi Jam'iyah, dan Transformasi Peradaban."

Surat Keputusan PBNU tentang kepengurusan PWNU Aceh periode 2026–2031 dibacakan oleh Wasekjen PBNU, Drs. H. Amir Ma'ruf. Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus PBNU, unsur pemerintah, Forkopimda, ulama, akademisi, tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum PBNU Dr. KH. Amin Said Husni, M.A., Anggota DPR RI Fraksi PKB Ruslan M. Daud, serta Pemerintah Aceh yang diwakili Asisten I Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran Nahdlatul Ulama dalam pembangunan daerah.

Kepengurusan PWNU Aceh masa khidmat 2026–2031 dipimpin Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau Waled NU sebagai Rais Syuriyah dan Tgk. H. Faisal Ali, M.Pd. atau Abu Sibreh sebagai Ketua Tanfidziyah. Dalam struktur kepengurusan itu, Dr. Tgk. Rahmat Saputra dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Tanfidziyah.

Kepercayaan yang diberikan kepada Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika kampus. Amanah tersebut juga mencerminkan besarnya kepercayaan Nahdlatul Ulama terhadap kapasitas akademisi dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau Abu Sibreh, mengatakan kualitas kader Nahdlatul Ulama di Aceh terus mengalami peningkatan melalui proses kaderisasi yang berkesinambungan. "Hingga saat ini PWNU Aceh telah memiliki 1.171 kader yang telah mengikuti proses pengkaderan, terdiri atas 1.002 kader laki-laki dan 169 kader perempuan dengan latar belakang pendidikan mulai dari guru besar, doktor, magister, sarjana hingga lulusan dayah," ujarnya.

Menurut Abu Sibreh, keberagaman latar belakang pendidikan tersebut menjadi modal penting bagi NU dalam memperkuat pengabdian kepada umat dan bangsa. "Data ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia Nahdlatul Ulama di Aceh semakin kuat dan siap berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan," tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si., yang mewakili Gubernur Aceh, menegaskan Nahdlatul Ulama merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat. "Sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan menuju Aceh yang religius, damai, dan berdaya saing," katanya.

Bagi STAI Darul Hikmah Aceh Barat, amanah yang diemban Dr. Tgk. Rahmat Saputra di tingkat wilayah diharapkan semakin memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan berbagai elemen umat, sekaligus memperluas kontribusi kampus dalam pengembangan pendidikan Islam, moderasi beragama, dan pemberdayaan masyarakat. Keluarga besar STAI Darul Hikmah Aceh Barat turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses serta berharap kepengurusan PWNU Aceh masa khidmat 2026–2031 mampu menjalankan amanah dengan baik dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....