STAIN TDM dan Baitul Mal Simeulue Jalin Kersama pada Program Beasiswa

  • 25 Jun 2026 21:21 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh dan Baitul Mal Kabupaten Simeulue resmi menjalin kerja sama dalam pelaksanaan Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi mahasiswa asal Simeulue.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di ruang rapat pimpinan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Selasa 23 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata kedua lembaga dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung lahirnya generasi Simeulue yang berpendidikan, mandiri, dan berdaya saing.

Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, Kamis 25 Juni 2026 mengatakan, Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan terobosan yang dirancang untuk memastikan semakin banyak keluarga di Simeulue memiliki kesempatan melahirkan sarjana pertama dalam keluarganya.

“Kami ingin membangun sinergi dengan STAIN Meulaboh melalui Program SKSS. Ini merupakan program perdana di Aceh yang kami harapkan mampu menjadi jembatan bagi anak-anak Simeulue untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, dukungan terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu menjadi salah satu prioritas program Baitul Mal Kabupaten Simeulue.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Khairuddin Hasan MPd menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung pelaksanaan program secara optimal.

“Kami siap berkolaborasi dalam proses pendataan, verifikasi, hingga pemantauan perkembangan studi mahasiswa penerima beasiswa. Harapannya, bantuan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap keberhasilan studi mahasiswa,” katanya.

Selain itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof Dr H Syamsuar MAg menilai program tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga investasi strategis dalam pembangunan daerah.

Sehingga setiap mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi memiliki potensi menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Program ini merupakan ikhtiar mulia untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan. Kita berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan baik, kembali ke daerahnya, dan menjadi motor penggerak pembangunan serta pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....