Mualem Surati Presiden Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman

  • 25 Jun 2026 20:54 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, akan menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait temuan cadangan minyak dan gas (migas) di Blok Andaman guna mendorong program hilirisasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis, 25 Juni 2026.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, pakar migas, guru besar Universitas Syiah Kuala (USK), staf khusus gubernur, serta Juru Bicara Pemerintah Aceh. Pertemuan itu membahas berbagai peluang pemanfaatan migas Blok Andaman untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh.

Hilirisasi migas di KEK Arun Lhokseumawe dinilai sejalan dengan program strategis nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Salah satu proyek prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat adalah pengembangan KEK Arun Lhokseumawe.

Guru Besar USK, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, menilai langkah Gubernur Aceh menyurati Presiden merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar hilirisasi migas dapat segera direalisasikan.

“Itu langkah yang tepat, dan sangat bagus untuk Aceh,” kata Jasman.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa gas dari Blok Andaman tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, tetapi juga menjadi bahan baku industri methanol dan hidrogen. Kehadiran industri hilir tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Aceh.

Selain gas, Blok Andaman juga menghasilkan kondensat yang dapat diolah menjadi nafta, kerosin, dan bahan bakar minyak. Produk-produk tersebut berpotensi mendorong pembangunan kilang pengolahan dan industri turunan lainnya di Aceh.

“Dengan berdirinya berbagai industri itu, maka akan berdampak pada tenaga kerja, dan ekonomi Aceh,” ujar Jasman.

Rapat juga menyepakati pentingnya memperjuangkan kuota gas bagi Aceh dari Blok Andaman. Langkah itu dinilai strategis agar masyarakat Aceh memperoleh manfaat langsung dari pengelolaan sumber daya migas di wilayahnya.

Selain menyurati Presiden, Pemerintah Aceh juga berencana mengundang Mubadala Energy dan SKK Migas untuk membahas secara rinci rencana pengembangan lapangan gas di Blok Andaman. Pemerintah Aceh ingin memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai skema pengelolaan dan hilirisasi yang akan dijalankan.

“Kita perlu tahu secara pasti dan lihat langsung, bagaimana sebetulnya skema mereka secara detail,” kata akademisi USK, Prof. Dr. Izarul Machdar.

Di akhir rapat, Sekda Aceh M. Nasir menegaskan terdapat dua keputusan utama yang dihasilkan. Pertama, Gubernur Aceh akan menyurati Presiden Prabowo terkait hilirisasi migas di KEK Arun Lhokseumawe dan kedua mengundang Mubadala Energy serta SKK Migas ke Aceh.

“Yaitu, pertama Gubernur menyurati Presiden Prabowo agar migas dari Blok Andaman menjadi daya dorong hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe, dan yang kedua mengundang Mubadala serta SKK Migas ke Aceh,” kata Nasir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....