Tes Urine JPT Pratama, Bupati Aceh Barat Pastikan Seluruh Peserta Bebas Narkoba
- 24 Jun 2026 21:47 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melaksanakan pemeriksaan urine terhadap peserta Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan yang diinstruksikan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan calon pejabat strategis di lingkungan pemerintah daerah bebas dari penyalahgunaan narkotika dan memiliki integritas yang tinggi.
Pemeriksaan urine dilaksanakan setelah seluruh tahapan seleksi JPT Pratama selesai dilakukan, termasuk proses wawancara mendalam terhadap para peserta. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan bebas dari narkoba.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pemeriksaan urine yang dilakukan oleh tim medis RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Sementara itu, dari total 25 peserta yang terdaftar, lima orang tidak hadir dan telah menyampaikan surat keterangan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Barat.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan tes urine merupakan salah satu tahapan penting dalam memastikan pejabat yang akan menduduki jabatan strategis memiliki rekam jejak yang baik. Menurutnya, aparatur pemerintah harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Seluruh tahapan seleksi sudah selesai, bahkan para peserta telah mengikuti wawancara secara pribadi. Hari ini kita melaksanakan tes urine sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan calon pejabat yang terpilih benar-benar bersih dan siap menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia serta mengganggu kinerja pemerintahan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai langkah pencegahan agar lingkungan birokrasi tetap sehat dan profesional.
Menurut Tarmizi, pelaksanaan tes urine juga sejalan dengan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang terus didorong pemerintah. Melalui program tersebut, aparatur sipil negara diharapkan memiliki kesadaran dan komitmen yang kuat dalam memerangi narkoba.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.
Tidak hanya peserta seleksi JPT Pratama, pemeriksaan urine juga dilakukan terhadap sejumlah personel tim protokoler Setdakab Aceh Barat. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan dan pembinaan internal untuk memastikan seluruh aparatur menjalankan tugas dengan baik dan terbebas dari penyalahgunaan zat terlarang.
Sementara itu, Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr. Akbar Siregar, mengatakan pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur medis yang berlaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang menjalani tes urine hari ini dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya,” ungkap dr. Akbar.
Dengan hasil tersebut, proses seleksi JPT Pratama di Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat menghasilkan pejabat yang profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan tugas pemerintahan secara optimal. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga menegaskan akan terus memperkuat budaya kerja yang bersih, sehat, dan bebas narkoba demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....