Pasar Tani Aceh 2026 di Aceh Barat, Bantu Tekan Inflasi
- 24 Jun 2026 16:05 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar Pasar Tani Aceh 2026 di lapangan depan Kantor Pos Meulaboh, Desa Suwak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati sejumlah stan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.
Pasar Tani Aceh 2026 merupakan bagian dari program Roadshow Pasar Tani Aceh yang digelar di berbagai daerah sebagai upaya pemerintah mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat hubungan antara petani, pelaku usaha, dan konsumen.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Chairil Anwar, M.P., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Kegiatan ini dilakukan untuk menekan angka inflasi di Aceh, salah satunya dengan mengurangi beban pengeluaran keluarga melalui penjualan komoditas di bawah harga pasar. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendekatkan konsumen dengan produsen sehingga rantai pemasaran dapat dipersingkat dan kedua belah pihak memperoleh keuntungan yang lebih baik," kata Chairil.
Ia juga menambahkan, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas yang dijual tanpa persyaratan khusus. Namun, untuk pembelian gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, warga diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) asli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh Barat, drh. Kamarlishnur, mengatakan Pasar Tani di Aceh Barat sebelumnya telah berjalan secara rutin selama setahun terakhir, namun sempat terhenti akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan kali ini juga menjadi sarana promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan pemerintah daerah yang terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi.
"Banyak produk unggulan daerah yang ditampilkan, mulai dari olahan ikan lele dan produk turunan. Selain itu juga buah nipah berhasil di hilirisasi serta berbagai makanan berbahan baku lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ujarnya.
Menurut Kamarlishnur, keberadaan Pasar Tani tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan petani lokal.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari antrean panjang yang memadati sejumlah stan sejak kegiatan dimulai. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan pokok, hasil pertanian, produk UMKM, serta gas elpiji bersubsidi dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Pemerintah berharap Pasar Tani Aceh 2026 dapat terus menjadi instrumen pengendalian inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan UMKM lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....