Banjir di Woyla Barat Surut, BPBD Aceh Barat Salurkan Bantuan Masa Panik
- 16 Jun 2026 20:01 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Banjir yang sempat merendam Gampong Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, telah surut dan kondisi masyarakat mulai kembali normal. Meski demikian, BPBD Aceh Barat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan akibat meningkatnya debit air DAS Krueng Woyla.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan banjir luapan yang menggenangi kawasan tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026, telah surut total.
"Alhamdulillah saat ini kondisi banjir di Gampong Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat, sudah sangat kondusif. Banjir luapan yang sempat menggenangi wilayah ini pada pukul 04.00 WIB telah surut total sekitar pukul 11.00 WIB dan aktivitas masyarakat sudah kembali normal," kata Ronald dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, saat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Barat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan serta menyalurkan bantuan logistik masa darurat kepada warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa 50 sak beras, 48 liter minyak goreng, dan satu kotak sarden. Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat cadangan pangan masyarakat di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
"Kami mendistribusikan logistik darurat untuk memperkuat cadangan pangan masyarakat, mengingat masih adanya potensi banjir susulan di wilayah Alue Keumuneng," ujarnya.
Menurut Ronald, hasil pemantauan BPBD Aceh Barat menunjukkan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla yang terhubung langsung dengan sejumlah gampong di sekitar Alue Keumuneng masih mengalami peningkatan.
Karena itu, BPBD Aceh Barat terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparatur gampong serta instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai juga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi mengancam permukiman warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....