Jurusan Gizi Poltekkes Aceh Gelar Edukasi PMT Berbasis Ikan untuk Cegah Stunting
- 16 Jun 2026 20:21 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “ Edukasi Gizi Ibu Balita tentang pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan Pemanfaatan Ikan Dalam upaya Pencegahan Stunting di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar”. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6-7 Juni 2026 di Menasah Gampong Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan ini diketuai oleh Silvia Wagustina, S.ST bersama tim pengabmas yang terdiri dari Eva Fitriyaningsih, STP., M.Si dan Rosi Novita, S.P, M.Kes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari ibu balita dan kader Posyandu yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pengolahan PMT dengan memanfaatkan ikan lokal yang banyak tersedia dan mudah didapatkan. Kader posyandu yang mengikuti kegiatan ini diharapkan nantinya dapat memberikan edukasi dan mendampingi serta memberikan bantuan kepada ibu balita yang mengalami kesulitan dalam penyediaan PMT bagi anaknya.
Selain itu, melalui kegiatan edukasi ini diharapkan ibu balita mampu menyiapkan PMT yang tepat sesuai dengan usia yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi balitanya untuk mencegah terjadinya stunting.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan edukasi gizi yang diberikan oleh tim pelaksana kegiatan pengabmas. Dalam pemaparannya, ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa pemberian PMT penting diberikan kepada balita agar dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi penting yang sangat diperlukan oleh balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Ketika makanan utama harian yang disediakan oleh ibu/pengasuh tidak bisa memenuhi kebutuhan balita, maka peranan PMT sangat penting diberikan kekurangan asupan energi dan zat gizi bisa terpenuhi. Ikan sangat penting diberikan dalam menu PMT balita karena ikan dapat menyediakan protein yang mudah dicerna oleh balita, mudah diolah sebagai PMT dan tersedia secara luas di masrakat terutama jenis ikan lokal.
Untuk itu, perlu pemberian edukasi gizi yang berkelanjutan kepada ibu balita. “Dengan pemberian PMT dengan memanfaatkan ikan lokal sebagai sumber protein, disertai dengan kemampuan ibu mengolah ikan sebagai PMT yang dapat diterima oleh balita maka diharapkan akan dapat mencegah terjadinya stunting” jelasnya.
Tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, peserta juga mengikuti berbagai sesi mengolah ikan lokal menjadi berbagai jenis makanan selingan yang disukai oleh balita seperti bakso ikan sayur, bubur ikan labu kuning, dan perkedel ikan kentang, bubur ikan labu kuning dan bubur ikan wortel. Melalui metode pembelajaran yang interaktif, peserta diajak untuk mengasah kemampuan mengolah PMT dengan memanfaatkan ikan lokal yang benilai gizi tinggi dan disukai oleh balita serta aman dikonsumsi.
Ketua tim pelaksana yang juga sebagai Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh, yang menyampaikan apresiasi yang besar atas dukungan kader posyandu dan Keuchik Gampong Lheu Blang terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, di samping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa dan alumni agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan, Tim Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh melakukan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan melihat tingkat pemahaman ibu balita terhadap materi edukasi yang telah diberikan dan pemanfaatan ikan lokal dalam menu PMT balita.
Peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu balita karena mendapatkan wawasan baru tentang gizi terutama bagaimana menyiapkan PMT bagi balita. Disampaikan bahwa selama ini ibu balita sangat jarang bahkan hampir tidak pernah memanfaatkan ikan lokal dalam pengolan PMT karena belum mengetahui bagaimana cara mengolahnya sehingga aman dikonsumsi oleh balita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....