Warga Manfaatkan Aliran Sungai Jernih untuk Mencuci Baju
- 14 Jun 2026 22:45 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Pidie -Aliran sungai yang bersih dan mengalir deras di kawasan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi pertanian, tetapi juga menjadi pusat aktivitas domestik warga setempat. Setiap harinya, puluhan warga terlihat memadati pinggiran sungai untuk melakukan aktivitas mencuci pakaian.
Pemanfaatan sumber daya air permukaan yang melimpah dan jernih ini telah berlangsung lama serta menjadi pemandangan yang lumrah bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai tersebut.
Yanti, salah seorang warga lokal, saat diwawancarai oleh RRI mengungkapkan bahwa aktivitas mencuci baju di sungai ini sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Keumala secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Warisan tradisi ini tetap terjaga dengan baik hingga saat ini meskipun sebagian besar rumah warga sebenarnya sudah memiliki fasilitas saniter sendiri. Bagi mereka, sungai bukan sekadar tempat membersihkan pakaian, melainkan sebuah ruang publik yang memiliki nilai historis dan sosial yang kuat bagi komunitas setempat.
Demi mempertahankan kebiasaan ini, para ibu rumah tangga di Keumala rela mengorbankan waktu dan tenaga ekstra. Yanti menceritakan bahwa masyarakat harus menempuh jarak yang lumayan jauh dari rumah menuju ke pinggir sungai, yang diperkirakan rata-rata mencapai satu kilometer, bahkan ada sebagian warga yang jarak rumahnya jauh lebih dari itu.
Untuk membawa tumpukan pakaian kotor tersebut, warga biasanya memilih berjalan kaki bersama-sama atau menggunakan kendaraan roda dua, sebuah perjuangan fisik yang sudah dianggap sebagai rutinitas biasa sehari-hari.
Saat ditanya mengenai alasan utama tetap memilih sungai, Yanti mengaku bahwa mayoritas warga merasa enggan jika harus mencuci pakaian di dalam rumah karena suasananya terasa membosankan dan monoton. Sebaliknya, mencuci baju secara massal di sungai dirasakan jauh lebih seru dan menyenangkan karena mereka dapat melakukannya sambil bercerita, bersenda gurau, dan bercengkrama satu sama lain. Aktivitas domestik yang melelahkan pun berubah menjadi ruang silaturahmi yang hangat antar-tetangga untuk saling berbagi cerita kehidupan sehari-hari.
Faktor kualitas air sungai yang sangat jernih juga menjadi alasan kuat mengapa tradisi ini sulit ditinggalkan oleh warga Keumala. Kondisi air alami yang bersih dan bebas polusi ini sangat memudahkan proses pencucian, terutama pada tahap akhir. Warga dapat dengan cepat membersihkan sisa-sisa busa sabun tanpa harus repot bolak-balik membilas pakaian mereka berkali-kali seperti jika menggunakan air sumur di rumah, sehingga proses mencuci menjadi jauh lebih efektif dan hemat waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....