MBG di Simeulue Berhenti Operasi, Ribuan Penerima Terdampak

  • 11 Jun 2026 20:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID. Sinabang - Sebanyak lima Satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) di Kabupaten Simeulue, berhenti beroperasi, sejak sepekan terakhir. Korwil BGN Simeulue menaksir sekitar 10 ribu penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan dan penerima lainnya terdampak.

Koordinator wilayah BGN Kabupaten Simeulue Elysa Wulandari, mengatakan terhentinya operasi lima dapur MBG di Kabupaten Kepulauan itu, lantaran belum menerima anggaran dari pihak BGN.

"Ada lima dapur yang berhenti beroperasi menunggu dana cair dari BGN melalui Virtual Account SPPG,"terang Elysa Wulandari, kepada RRI, Kamis 11 Juni 2026 di Sinabang.

Lebih lanjut, Elysa mengatakan, terhentinya layanan lima dapur MBG itu bersifat hanya sementara. Jika BGN sudah mencairkan anggaran, maka dapur kembali beroperasi seperti biasanya.

Ia menyebutkan, pihak SPPG tidak punya pilihan selain berhenti jika dana oeperional belum ditransfer BGN. Meskipun SPPG itu sendiri memiliki dana talangan untuk menutupi kebutuhan operasional dapur.

"Ini sifatnya sementara. Nanti kalau dana sudah cair dapur kembali beroperasi. Pihak SPPG tidak bisa beroperasi sebelum dana dicairkan, walaupun SPPG ada dana talangan sendiri,"ujar Elysa Wulandari.

Lima SPPG yang operasionalnya terhenti yakni. SPPG Simeulue Timur Lugu, SPPG Simeulue Timur Ameria Bahagia, SPPG Simeulue Timur Suka jaya, SPPG Simeulue Cut Latak Aya, SPPG Teupah Selatan Labuhan Bakti, dan SPPG Simeulue Barat Layabaung.

Koordinator wilayah BGN Kabupaten Simeulue menegaskan, berhentinya operasi lima dapur MBG itu bukan karena SPPG bermasalah. Hanya saja, kata Elysa, terkendala pencairan biaya dari pihak BGN.

Salah seorang mitra SPPG, Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur, Siti Maisarah, menyampaikan harapan agar BGN segera menyalurkan dana operasional yang dibutuhkan. Agar dapur pelayanan yang dikelolanya dapat segera beroperasi dan mulai melayani para penerima manfaat program Pranowo tersebut.

"Kami berharap BGN dapat segera mencairkan dana operasional ke masing - masing SPPG, supaya dapur bisa segera beroperasi dan melayani penerima manfaat Makan Bergizi Gratis," ujar Siti Maisarah.

Ia menambahkan, terhentinya operasional SPPG tidak hanya berdampak bagi siswa, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Secara otomatis, kondisi ini juga memengaruhi para relawan. Selama dapur belum beroperasi, mereka tidak dapat bekerja dan otomatis tidak memperoleh pendapatan.

"

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....