263 Tuha Peut dari 50 Gampong di Aceh Barat Resmi Dilantik

  • 10 Jun 2026 22:54 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Barat, Kurdi, mewakili Bupati Aceh Barat, Tarmizi, melantik 263 anggota Tuha Peut dari 50 gampong di 11 kecamatan di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Rabu, 10 Juni 2026. Pelantikan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan gampong dan meningkatkan peran lembaga permusyawaratan desa dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Kurdi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Tuha Peut yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan gampong masing-masing.

“Atas nama Pemkab Aceh Barat kami mengucapkan selamat kepada saudara semuanya, dan semoga amanah serta tugas yang dipercayakan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” kata Kurdi.

Menurutnya, pelantikan Tuha Peut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial administratif semata. Momentum tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya di tingkat gampong.

Kurdi menjelaskan bahwa Tuha Peut merupakan salah satu lembaga penting dalam struktur pemerintahan gampong di Aceh. Lembaga tersebut memiliki peran strategis sebagai mitra kerja keuchik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa.

“Sebagai salah satu lembaga penting dalam struktur pemerintahan gampong di Aceh, Tuha Peut memiliki peran strategis sebagai lembaga permusyawaratan yang menjadi mitra kerja Keuchik dalam penyelenggaraan pemerintahan gampong,” ujarnya.

Selain menjadi mitra pemerintah gampong, Tuha Peut juga memiliki fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Lembaga tersebut turut berperan dalam membahas dan menyepakati rancangan qanun gampong bersama keuchik serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan gampong.

Kurdi menilai kemajuan Kabupaten Aceh Barat sangat ditentukan oleh perkembangan dan kemajuan gampong. Namun, menurutnya, tantangan pembangunan saat ini semakin besar di tengah efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kita ketahui bersama kemajuan Kabupaten Aceh Barat hari ini sangat ditentukan oleh kemajuan gampong, namun saat ini tantangan pembangunan gampong semakin besar di tengah efisiensi anggaran, pengurangan dana transfer dari pusat dan minimnya anggaran APBK dan APBG,” katanya.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan anggaran, pemerintah gampong tetap dituntut meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Selain itu, penguatan perekonomian, ketahanan sosial, dan implementasi syariat Islam juga harus terus menjadi perhatian bersama.

Kurdi mengingatkan pentingnya membangun hubungan kemitraan yang harmonis antara keuchik dan Tuha Peut dalam menjalankan roda pemerintahan gampong. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan Tuha Peut harus dipahami sebagai upaya bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingatkan bahwa hubungan antara Keuchik dan Tuha Peut adalah hubungan kemitraan yang saling melengkapi. Pengawasan yang dilakukan Tuha Peut harus didukung dan dimaknai sebagai upaya bersama untuk mewujudkan pemerintahan gampong yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Kurdi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap anggota Tuha Peut yang baru dilantik dapat menjalankan fungsi dan tugasnya secara optimal. Dengan sinergi yang baik antara Tuha Peut dan keuchik, pembangunan gampong diharapkan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....