Karhutla di Nagan Raya Hanguskan Sekitar 95 Hektare Lahan

  • 05 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Nagan Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya sejak Jumat 29 Mei 2026) terus menjadi perhatian petugas. Hingga Kamis 4 Juni 2026, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 95 hektare.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Nagan Raya, titik kebakaran berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Darul Makmur tepatnya di Gampong Kayee Unoe dan Kecamatan Tripa Makmur di Gampong Babah Lueng.

Petugas Piket Pusdalops PB BPBD Nagan Raya, T. M. Nabil Burdan, mengatakan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Meski demikian, kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api di lokasi kejadian.

“Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama angin kencang dan terbatasnya sumber air untuk pemadaman,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 95 hektare lahan dilaporkan terbakar. Namun, tidak ada korban jiwa, korban terdampak maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD Kabupaten Nagan Raya mengerahkan dua unit mesin pompa air serta armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Darul Makmur. Upaya pemadaman juga melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk personel Kodim Nagan Raya, Polres Nagan Raya, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.

Petugas terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang masih berpotensi menimbulkan titik api baru. Hingga laporan terakhir diterima, sekitar 88 hektare lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan.

Meski demikian, BPBD mengingatkan bahwa potensi perluasan kebakaran masih cukup tinggi mengingat cuaca panas dan angin kencang masih terjadi di kawasan tersebut. Oleh karena itu, seluruh unsur yang terlibat tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

BPBD Kabupaten Nagan Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama musim kemarau guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.




Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....