Angin Kencang Rusak Delapan Huntara di Aceh Utara

  • 05 Jun 2026 20:25 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Aceh – Cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda dua gampong di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB itu mengakibatkan sejumlah rumah hunian sementara (huntara) mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Aceh Utara, angin kencang menerjang Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Buket Linteung. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada delapan unit huntara yang ditempati warga.

Petugas Piket Pusdalops PB BPBD Aceh Utara, T. Zopan Mustika, mengatakan dari hasil pendataan sementara tercatat enam unit huntara mengalami rusak berat dan dua unit lainnya mengalami rusak sedang.

“Kerusakan terjadi akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada sore hari. Tim BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu pembersihan material bangunan yang terdampak,” ujarnya.

Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga berdampak terhadap delapan kepala keluarga (KK). Rinciannya, tiga KK berasal dari Gampong Rumoh Rayeuk dan lima KK dari Gampong Buket Linteung.

Untuk sementara waktu, seluruh warga terdampak mengungsi ke huntara milik tetangga yang dinilai lebih aman. Meski menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada bangunan, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD Kabupaten Aceh Utara bersama masyarakat setempat segera melakukan penanganan pascakejadian. Petugas melakukan pendataan kerusakan, membersihkan puing-puing bangunan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

Hingga Kamis malam, kondisi di lokasi dilaporkan telah kondusif. Warga telah mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman dan bergotong royong membersihkan sisa material bangunan yang rusak akibat terjangan angin.

BPBD Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat memasuki masa peralihan musim yang kerap disertai hujan lebat dan angin kencang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....