Karhutla Aceh Barat Hanguskan 24 Hektare Lahan Warga
- 04 Jun 2026 21:03 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu, 30 Mei 2026 hingga Senin, 01 Juni 2026, menghanguskan lahan seluas sekitar 24,1 hektare. Hingga Kamis, 04 Juni 2026, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan api.
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Barat melalui petugas piket, Yusriadi, menyebutkan kebakaran terjadi di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Bubon di Gampong Berawang dan Kuta Padang Layung, Kecamatan Johan Pahlawan di Gampong Lapang dan Seunebok, Kecamatan Arongan Lambalek di Gampong Gunong Pulo, serta Kecamatan Meureubo di Gampong Ujong Tanoh Darat.
Menurut data BPBD Aceh Barat, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 24,1 hektare. Rinciannya, Kecamatan Bubon seluas 20 hektare, Johan Pahlawan 1,5 hektare, Arongan Lambalek 1 hektare, dan Meureubo 1,6 hektare.
Dari total area yang terdampak, petugas berhasil mengendalikan sekitar 12 hektare lahan di Kecamatan Bubon atau 50 persen dari area yang terbakar. Sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo, kebakaran telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Selain kerugian material berupa lahan yang terbakar, asap pekat akibat karhutla juga menyebabkan gangguan pernapasan bagi sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti angin kencang yang mempercepat penyebaran api, asap tebal yang mengurangi jarak pandang, serta akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Aceh Barat mengerahkan dua unit kendaraan double cabin, satu unit Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air milik BPBD, serta satu unit mesin pompa milik masyarakat gampong. Operasi pemadaman juga melibatkan unsur TNI, Polri, Pos Damkar Woyla, KPH IV, serta masyarakat setempat.
Yusriadi mengatakan, hingga Kamis, 04 Juni 2026, masih terdapat beberapa titik api di sejumlah lokasi yang berpotensi menjalar apabila tidak segera ditangani. Tim BPBD bersama personel TNI dan Polri terus melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air di beberapa titik yang masih mengeluarkan asap.
Saat ini kondisi karhutla di kawasan Bubon dinilai cukup terkendali, meski masih terdapat beberapa titik asap yang terus dipantau. Rencana operasi water bombing masih ditunda karena kondisi cuaca di sekitar Bandara Sultan Iskandar Muda dan jalur penerbangan menuju Aceh Barat belum memungkinkan untuk penerbangan helikopter. Sementara itu, BNPB juga melakukan penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu pengendalian karhutla di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....