Update Karhutla di Aceh Barat Capai 24,1 Hektar, Kondisi Hari ini

  • 04 Jun 2026 10:57 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Karhutla sejak 30 Mei 2026 hingga 4 Juni 2026 telah menghanguskan 24,1 hektar meliputi kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek dan Meureubo
  • Kecamatan Bubon menjadi lokasi terdampak terluas dengan sekitar 20 hektare dan hingga kini masih dalam proses penanganan
  • Kobaran api sudah tidak terlihat, bara api di lahan gambut masih menimbulkan asap dan berpotensi kembali membesar jika tidak turun hujan
  • Pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing tertunda akibat cuaca yang kurang mendukung

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat telah menghanguskan sekitar 24,1 hektare lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat menyatakan sebagian besar lokasi telah berhasil dipadamkan, namun titik api di Kecamatan Bubon masih terus ditangani karena berpotensi kembali membesar.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan kebakaran terdeteksi di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB untuk melakukan pemadaman via udara.

"Total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 24,1 hektare. Untuk wilayah Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo sudah berhasil ditangani 100 persen. Saat ini fokus penanganan masih dilakukan di Kecamatan Bubon yang luas lahannya terbakar sekitar 20 hektare," kata Ronald, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, kebakaran pertama kali teridentifikasi pada Sabtu 30 Juni 2026 di Kecamatan Bubon. Selanjutnya BPBD menerima laporan kebakaran lahan di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan pada Minggu 31 Juni 2026, serta munculnya titik api di Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek pada Senin 1 Juni 2026.

Anggota Polres Aceh Barat membantu melakukan pemadaman Karhutla di kawasan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, Senin 1 Juni 2026. Foto RRI/ Anwar Yunus

Sejak menerima laporan, BPBD Aceh Barat langsung mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi. Sebanyak 16 personel dari Mako BPBD dan lima personel Pos Damkar Woyla diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pembuatan sekat bakar guna memutus penjalaran api.

Pada Rabu 3 Juni 2026 BPBD bersama tim gabungan kembali melanjutkan operasi pemadaman di Kecamatan Bubon dan wilayah sekitarnya.

"Upaya pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing sempat direncanakan, namun terpaksa ditunda karena kondisi cuaca yang tidak mendukung," tegas Ronald.

Selain itu, BPBD juga menangani titik karhutla baru di kawasan Seuneubok, Lorong Kiblat, Kecamatan Johan Pahlawan. "Alhamdulillah, lokasi kebakaran baru di wilayah Seuneubok sudah berhasil ditangani 100 persen," ujar Ronald.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, kobaran api sudah tidak terlihat lagi di sejumlah lokasi. Namun, masih terdapat kepulan asap yang berasal dari bara api di lahan gambut.

"Saat ini yang terlihat hanya kepulan asap dari bara gambut. Jika tidak turun hujan, lahan yang sudah terbakar masih berpotensi memunculkan api kembali dan membesar," katanya.

BPBD mencatat luas lahan terbakar tersebar di Kecamatan Bubon sekitar 20 hektare, Johan Pahlawan 1,5 hektare, Arongan Lambalek 1 hektare, dan Meureubo 1,6 hektare.

Karhutla tersebut menyebabkan kerusakan vegetasi tanaman, menimbulkan asap yang mengganggu pernapasan masyarakat, serta berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

“Kendala utama di lapangan antara lain angin kencang, asap tebal yang membatasi jarak pandang, serta akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Saat ini BPBD Aceh Barat bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat masih melakukan pemantauan serta pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....