Dua Hari Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 13 Hektare Lahan

  • 02 Jun 2026 09:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua hari terakhir di Kabupaten Aceh Barat menghanguskan sekitar 13 hektare lahan di Kecamatan Bubon dan Johan Pahlawan. Selain merusak vegetasi, kebakaran tersebut juga menimbulkan kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat di sejumlah desa sekitar lokasi terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat terus mengintensifkan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran. Hingga Senin, 1 Juni 2026, malam, sejumlah titik api masih terpantau aktif dan berpotensi menjalar ke area lahan lainnya.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat, titik kebakaran pertama teridentifikasi pada Sabtu, 30 Mei 2026 di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon. Sehari kemudian, BPBD kembali menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan yang terjadi di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Aceh Barat langsung melakukan verifikasi lapangan dan mengerahkan personel untuk penanganan darurat. Sebanyak 16 personel dari Mako BPBD dan lima personel Pos Damkar Woyla diterjunkan ke lokasi guna melakukan pemadaman serta pemutusan jalur rambatan api di sejumlah titik kebakaran.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan dua unit mesin pompa portable milik BPBD. Upaya pemadaman turut diperkuat oleh personel TNI dan Polres Aceh Barat yang mengoperasikan peralatan pemadam di lokasi berbeda untuk mempercepat pengendalian api.

Data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 13 hektare, terdiri atas 12 hektare di Kecamatan Bubon dan satu hektare di Kecamatan Johan Pahlawan. Dari total luasan tersebut, sekitar 4,2 hektare atau 35 persen area terdampak di Kecamatan Bubon telah berhasil dikendalikan. Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Kondisi cuaca di lapangan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta asap tebal yang mengurangi jarak pandang petugas saat melakukan pemadaman.

Penanganan karhutla ini melibatkan unsur BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil dan Polsek setempat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV, serta masyarakat. Hingga kini, seluruh tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pemadaman lanjutan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas ke wilayah lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....