Polres Aceh Barat Perkuat Siaga Karhutla, Personel Dikerahkan ke Wilayah Rawan

  • 01 Jun 2026 22:19 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO, Meulaboh - Polres Aceh Barat terus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat. Langkah tersebut dilakukan melalui pengerahan personel untuk mendukung pemadaman, patroli di daerah rawan, pemantauan titik api, serta penguatan koordinasi dengan instansi terkait, Senin, 1 Juni 2026.

Sejumlah kejadian kebakaran lahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius aparat dan tim penanganan di lapangan. Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang di beberapa wilayah dinilai menjadi tantangan dalam proses pengendalian api, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor untuk mempercepat penanganan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK MIK mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran lahan.

“Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan. Kami telah mengarahkan personel untuk meningkatkan patroli, melakukan deteksi dini, serta membangun komunikasi aktif dengan masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal,” kata AKBP Yhogi Hadisetiawan.

Menurutnya, personel Polres Aceh Barat bersama jajaran Polsek terus melakukan pemantauan terhadap kawasan yang dinilai rawan karhutla. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat pembakaran lahan secara sembarangan.

Dalam penanganan kebakaran, Polres Aceh Barat turut mendukung kerja tim gabungan dengan membantu pengamanan lokasi, memperlancar mobilitas petugas, serta memastikan seluruh proses penanggulangan berjalan aman dan terkoordinasi.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya bisa sangat luas, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat maupun aktivitas perekonomian warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKBP Yhogi menegaskan bahwa sinergi antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla. Karena itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terus diperkuat agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Selain fokus pada penanganan, Polres Aceh Barat juga mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api baru, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar kebakaran dapat dicegah dan ditangani lebih cepat,” tegasnya.

Polres Aceh Barat memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan mendukung penuh upaya penanganan karhutla bersama seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....