Peneliti UTU PaparkaTata Kelola Rumpon Berkelanjutan pada Forum Ilmiah ICONAMI
- 21 Mei 2026 13:26 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Dosen Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Teuku Umar (UTU) sekaligus peneliti Pusat Riset Bawah Laut UTU, Hafinuddin, S.Pi., M.Sc., mempresentasikan hasil penelitian tentang pengelolaan rumpon berkelanjutan pada ajang 2nd International Conference on Agro and Marine Industry (ICONAMI) 2026. Acara berlangsung di Aula Utama Gedung Terintegrasi UTU, Aceh Barat Rabu, 20 Mei 2026.
Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Synergizing Blue and Green Horizons through Sustainable and Resilient Agricultural and Marine Innovations” dan menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas inovasi di sektor agro dan kelautan.
Dalam presentasinya, Hafinuddin memaparkan penelitian berjudul “Strategic Management of Fish Aggregating Devices (FADs) for Sustainable Small-Scale Fisheries: A Case Study in West Aceh, Indonesia” yang menyoroti strategi penguatan pengelolaan rumpon untuk mendukung keberlanjutan perikanan skala kecil di Kabupaten Aceh Barat.
Penelitian tersebut dilakukan bersama tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., Samsul Bahri, S.Kel., M.Si., Iyan Al Misbah, S.Pi., dan Chandra Darusman S., S.H., M.H.
Menurut Hafinuddin, penggunaan rumpon oleh nelayan skala kecil di Aceh Barat memiliki dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan dan efisiensi operasional melaut. Namun di sisi lain, pengelolaan yang belum optimal berpotensi menimbulkan konflik antar nelayan, persoalan perizinan, hingga ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya ikan.
"Pengelolaan rumpon harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan nelayan, pengawasan lokasi pemasangan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan agar manfaat ekonominya tetap berjalan tanpa merusak ekosistem laut," ujar Hafinuddin saat sesi presentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpon yang digunakan nelayan Aceh Barat masih didominasi oleh rumpon tradisional jenis anchored FADs yang tersebar pada wilayah perairan 1,36 hingga 16,94 mil laut dari garis pasang surut terendah.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya penguatan Adat Laot sebagai mekanisme lokal dalam penyelesaian konflik perikanan berbasis masyarakat.
Pelaksanaan ICONAMI 2026 sendiri merupakan bagian dari langkah internasionalisasi kampus Universitas Teuku Umar dalam memperkuat jejaring riset global pada sektor agro dan marine industry.
Kegiatan ini menghadirkan peserta dan pembicara dari berbagai negara serta menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah terkait inovasi berkelanjutan di bidang pertanian dan kelautan.
Melalui forum internasional ini, hasil riset yang dipresentasikan diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis dalam mendukung kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat pesisir di Aceh Barat dan Indonesia secara umum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....