Sebanyak 63 Pesilat Misbahul Ulum Tuntaskan Long March 12 Kilometer

  • 17 Mei 2026 18:28 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebanyak 63 santri putra yang tergabung dalam Persatuan Silat Misbahul Ulum (Persimu) berhasil menuntaskan long march sejauh 12 kilometer pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan fisik dan mental pesilat sekaligus persiapan menghadapi berbagai kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

Long march dimulai dari kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Para peserta kemudian melintasi kawasan Line Pipa dan berakhir di kawasan Waterboom Blang Mangat Ceria.

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Martunis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin pembinaan anggota silat Tapak Suci di lingkungan pesantren. Menurutnya, long march bertujuan membentuk kekuatan fisik sekaligus ketahanan mental para santri.

“Kegiatan ini bertujuan melatih fisik dan mental setiap anggota silat pesantren. Dengan iman dan takwa kita menjadi kuat, tanpa iman dan takwa kita menjadi lemah,” ujar Martunis saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, setiap program yang dilaksanakan di pesantren tidak hanya berorientasi pada pembinaan keterampilan, tetapi juga mengandung nilai pendidikan dan ibadah. Melalui kegiatan fisik seperti long march, para santri dibiasakan memiliki disiplin, daya juang, serta ketenangan berpikir dalam menghadapi tantangan.

Kegiatan tahunan tersebut turut dihadiri atlet dan pelatih silat nasional, Uswaturridha, pembina silat pesantren Hasballah, para wakil direktur, serta seluruh santri putra yang tergabung dalam Persimu.

Sebanyak 63 santri putra yang tergabung dalam Persatuan Silat Misbahul Ulum (Persimu) berhasil menuntaskan long march sejauh 12 kilometer pada Minggu, 17 Mei 2026. Foto Humas

Pembina silat pesantren, Hasballah, menjelaskan sebelum pelaksanaan long march, para peserta telah menjalani latihan fisik secara bertahap selama satu bulan penuh. Program latihan dilakukan setiap sore melalui lari maraton mengelilingi kawasan Simpang Line, Desa Meuria Paloh.

Menurutnya, kegiatan itu penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan stamina para pesilat, terutama bagi santri yang dipersiapkan mengikuti ajang seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Awalnya sekitar 100 santri mendaftar, namun setelah melalui latihan rutin dan seleksi fisik, hanya 63 santri yang mampu bertahan dan mengikuti long march ini,” katanya.

Ia menambahkan, pencak silat Tapak Suci tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta pembelajaran melalui alam. Ke depan, kegiatan long march direncanakan dipadukan dengan ujian kenaikan tingkat bagi para pesilat.

Salah seorang peserta, Muhammad Maulana Afrail, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Santri kelas VII Tsanawiyah itu menilai rute sejauh 12 kilometer dapat dilalui dengan baik apabila peserta memiliki keyakinan dan disiplin dalam berlatih.

Ia menyebut para peserta selama ini mendapatkan pembinaan fisik dan mental secara rutin dari pelatih silat bertaraf nasional. Hal itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk mengikuti jejak senior yang telah meraih prestasi pada berbagai kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

“Melalui long march, kami belajar bahwa kemenangan bukan hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga mental yang kuat dan semangat pantang menyerah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....