RSUD-TP Abdya Prioritaskan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien
- 14 Mei 2026 14:57 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Blangpidie – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dr. Ismail Muhammad, SpB, menegaskan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama rumah sakit setempat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan In House Training Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang berlangsung di Aula dr. Syahminan RSUD-TP Abdya, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 12–13 Mei 2026.
Pelatihan menghadirkan sejumlah dokter spesialis dan tenaga profesional internal rumah sakit sebagai pemateri dalam berbagai sesi strategis terkait peningkatan mutu layanan kesehatan modern.
Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, mengatakan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien bukan sekadar tuntutan administratif rumah sakit, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional tenaga kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, rumah sakit di era pelayanan kesehatan saat ini tidak hanya dituntut memberikan layanan medis yang cepat dan tepat, tetapi juga harus mampu menjamin sistem pelayanan yang aman, terukur, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan pasien.
“Keselamatan pasien harus menjadi budaya kerja, bukan hanya program seremonial atau dokumen akreditasi. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan harus memiliki pemahaman yang sama tentang mutu pelayanan dan mitigasi risiko dalam setiap proses layanan,” ujar dr. Ismail Muhammad yang akrab disapa Ismuha.
Ia menambahkan, penguatan PMKP menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah, terutama di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan pemerintah.
“Rumah sakit harus terus berbenah. Mutu pelayanan tidak bisa dibangun secara instan, tetapi melalui komitmen, disiplin sistem, evaluasi berkelanjutan, dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Menurut Ismuha, di tengah tantangan pelayanan kesehatan daerah yang semakin kompleks, penguatan mutu dan keselamatan pasien menjadi langkah penting agar rumah sakit pemerintah tetap adaptif, profesional, dan dipercaya masyarakat.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami, mutu pelayanan adalah dedikasi kami. Itu menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan ini,” pungkasnya.
Dalam pelatihan tersebut, dr. Sufriati, SpKJ, memaparkan materi mengenai Overview Standar PMKP. Sementara dr. Rismalisa Fitri, SpA, membahas sosialisasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), indikator keselamatan pasien, budaya keselamatan, hingga sistem pelaporan dan pembelajaran keselamatan pasien (SP2KP).
Materi lainnya turut disampaikan dr. Rifa Raihani, SpA, terkait peningkatan mutu berbasis indikator rumah sakit dan unit pelayanan. Sementara dr. Ratia Yulianti mengulas manajemen risiko dalam pelayanan kesehatan.
Selain itu, dr. Ilma Hidayati membawakan materi terkait Develop Open Disclosure (DOD) dan Root Cause Analysis(RCA), yang menjadi bagian penting dalam evaluasi insiden pelayanan kesehatan secara transparan dan sistematis. Adapun sesi pelatihan pengumpulan serta validasi data dipandu oleh Ns. Minawati, S.Kep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....