Bupati Lantik Dirut PT Pakat Beusaree, Perkuat Tata Kelola BUMD

  • 11 Mei 2026 19:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM melantik Direktur Utama PT Pakat Beusaree (Perseroda) di Eva Sky Hotel, Meulaboh, Senin, 11 Mei 2026. Pelantikan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sekaligus mengoptimalkan kinerja perusahaan daerah.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, jajaran direksi, serta tamu undangan lainnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan positif bagi pengembangan perusahaan daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi menegaskan bahwa pelantikan Direktur Utama PT Pakat Beusaree bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian penting dalam upaya transformasi BUMD agar lebih profesional dan produktif.

“Pelantikan Direktur Utama PT Pakat Beusaree yang kita laksanakan hari ini merupakan upaya restrukturisasi guna mendorong peningkatan tata kelola dan optimalisasi kinerja organ BUMD,” ujar Tarmizi.

Ia menjelaskan, direktur utama yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka dan transparan oleh panitia. Karena itu, pemerintah daerah meyakini pimpinan baru memiliki kompetensi dan integritas untuk memajukan perusahaan daerah.

“Kami meyakini dengan keahlian, dedikasi, dan integritas yang dimiliki, Direktur Utama yang baru mampu membawa BUMD ini terus berkembang serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Bupati Tarmizi juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Aceh Barat saat ini cukup berat. Kondisi efisiensi anggaran sejak tahun 2025 hingga 2026 ditambah defisit daerah sebesar Rp61 miliar menuntut pemerintah untuk mencari sumber pendapatan baru.

Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih kreatif dalam menggali potensi ekonomi demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Tidak hanya efisiensi, tetapi kita juga menghadapi defisit. Karena itu, daerah harus mampu menggali potensi pendapatan baru dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Selain itu, Tarmizi juga menyoroti kondisi dana desa yang mengalami pemangkasan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya setiap desa menerima anggaran sekitar Rp1 miliar, kini jumlahnya hanya berkisar Rp300 juta lebih per desa.

Kepada direksi PT Pakat Beusaree, Tarmizi meminta agar segera melakukan pemetaan kondisi perusahaan serta menyusun langkah konkret untuk meningkatkan performa perusahaan. Ia menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Direksi harus bekerja dengan target yang jelas, terukur, dan berorientasi hasil. Bangun tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan peluang usaha baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.

Bupati berharap PT Pakat Beusaree dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Aceh Barat. Selain itu, perusahaan daerah tersebut juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.

“Jika ini dijalankan dengan baik, maka PT Pakat Beusaree akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Barat dan contoh terbaik BUMD inovatif di tingkat nasional,” pungkas Tarmizi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....