Bupati: Aceh Barat Butuh Percepat Rehab Rekon Pascabanjir di Pante Ceureumen

  • 11 Mei 2026 19:48 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM menyebutkan Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen menjadi wilayah paling parah terdampak banjir pada November 2025 lalu. Sehingga dijadikan lokasi peninjauan Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera, Senin, 11 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Tarmizi saat menjamu Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd usai meninjau kondisi pascabencana di wilayah tersebut.

Menurut Tarmizi, kerusakan yang terjadi di Desa Jambak cukup besar dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah pusat maupun daerah. Infrastruktur dasar seperti jalan, daerah aliran sungai, hingga akses penghubung antar desa masih memerlukan rehabilitasi segera.

Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah bersama Satgas Rehab Rekon membahas sejumlah langkah percepatan pemulihan kawasan terdampak bencana. Salah satu yang menjadi perhatian ialah percepatan program cetak sawah baru untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

“Tadi juga diminta untuk mempercepat proses cetak sawah baru, tapi semuanya untuk cetak sawah baru anggarannya ditransfer ke provinsi, jadi kita menunggu SID yang dikerjakan oleh Balai di Medan bekerja sama dengan surveyor dari UTU,” kata Tarmizi.

Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten saat ini masih menunggu hasil Survey Investigasi dan Desain (SID) sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. Setelah proses administrasi selesai, diharapkan kegiatan cetak sawah baru dapat segera direalisasikan untuk membantu masyarakat terdampak banjir.

Tarmizi menegaskan, Pemkab Aceh Barat siap melaksanakan program percepatan rehabilitasi apabila dukungan anggaran langsung diberikan pemerintah pusat kepada daerah. Menurutnya, kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar proses pemulihan pascabencana tidak berjalan lambat.

“Jika dana untuk mencetak sawah baru tersebut dikirimkan langsung oleh pemerintah pusat ke kabupaten, maka kami siap untuk segera melakukan eksekusi,” ujarnya.

Selain fokus pada sektor pertanian, pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti berbagai arahan yang disampaikan Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera. Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan pascabencana di Aceh Barat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kemudian terkait hal-hal lain yang disampaikan akan segera kita tindaklanjuti supaya cepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Kabupaten Aceh Barat,” kata Tarmizi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat terus diperkuat dalam penanganan pascabencana. Dengan dukungan lintas sektor tersebut, masyarakat terdampak di Kecamatan Pante Ceureumen diharapkan dapat segera kembali menjalani aktivitas normal.

Kunjungan Satgas Rehab Rekon Bencana Sumatera itu juga menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai kebutuhan mendesak di wilayah terdampak banjir. Pemerintah daerah menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat dapat dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....