Misbahul Ulum Wisuda 176 Santri, Dua Raih Predikat Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

  • 06 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Pesantren Modern Misbahul Ulum mewisuda 176 santri Angkatan ke-29 Ajyaalul Mavaz. Wisuda tersebut dilaksanakan di Aula Teuku Umar, Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu, 6 Mei 2026.

Dari total wisudawan tersebut, terdiri atas 64 santri putra dan 112 santri putri. Sebanyak delapan santri meraih predikat cumlaude, sementara dua santri putra dinobatkan sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz.

Kegiatan wisuda dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Ketua Pembina Yayasan Pesantren Modern Misbahul Ulum Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., Ketua Umum Yayasan Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., serta perwakilan Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H.

Turut hadir Kakanwil Kemenag Aceh Dr. H. Azhari, M.Si., perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kakan Kemenag Kota Lhokseumawe, unsur TNI-Polri, serta tokoh agama dan masyarakat.

Pesantren Modern Misbahul Ulum mewisuda 176 santri Angkatan ke-29 Ajyaalul Mavaz yang dilaksanakan di Aula Teuku Umar, Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu, 6 Mei 2026. Foto Humas

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., mengatakan sistem pendidikan di pesantren tersebut memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pesantren dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.

“Kami memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pesantren, sehingga santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari aspek keilmuan, tetapi juga integritas dan sikap.

“Banyak orang berilmu, tetapi belum tentu berintegritas. Nilai seseorang juga ditentukan dari bagaimana ia bersikap,” katanya.

Martunis juga mengungkapkan bahwa minat terhadap pesantren tersebut terus meningkat, bahkan hingga mancanegara. Tahun ini, terdapat pendaftar dari Jepang dan Amerika Serikat, dengan total alumni mencapai 4.008 orang yang tersebar di berbagai negara.

Prosesi wisuda turut diwarnai penampilan santri dalam membaca kitab kuning menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum, serta demonstrasi hafalan Al-Qur’an 30 juz yang diuji langsung oleh pembina tahfiz.

Perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Irwan, S.HI., M.Si., menilai Misbahul Ulum yang telah berusia 33 tahun mampu melahirkan generasi berprestasi dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.

“Jadilah pionir dan teladan bagi umat, agar ilmu yang dimiliki benar-benar memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Azhari, M.Si., menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari adab dan akhlak.

“Hari ini saya melihat masa depan yang cerah dari generasi Misbahul Ulum,” katanya.

Perwakilan Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H., menyampaikan pesan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memberantas kebodohan melalui pendidikan.

“Generasi muda harus dibangun dengan karakter yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., menyampaikan bahwa selama 33 tahun berdiri, Misbahul Ulum telah melahirkan banyak alumni berprestasi hingga tingkat internasional.

“Alumni kami ada yang menjadi profesor di Australia serta bertugas di berbagai perwakilan RI di luar negeri,” ucapnya.

Suasana haru menyelimuti penutupan acara saat dua santri putra, Muhammad Hafizhan Luthfi asal Kota Lhokseumawe dan Azzam Al Anzami asal Bireuen, dinobatkan sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum, Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., yang memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Tidak semua orang mampu menghafal Al-Qur’an, namun kalian telah membuktikan dengan kerja keras dan kesungguhan,” ujarnya.

Wisuda ini menjadi penutup masa pendidikan para santri, sekaligus awal pengabdian mereka untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....