TKIT Az Zahira Gelar Manasik Haji Anak di Masjid Agung Meulaboh
- 04 Mei 2026 10:53 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Az Zahira Yayasan Al Maghribi melaksanakan kegiatan praktik manasik haji bagi peserta didik di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat, sebagai bagian dari pembelajaran rukun Islam, Sabtu,3 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan tata cara ibadah haji sejak dini sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah haji secara sederhana. Mulai dari pelaksanaan tawaf mengelilingi miniatur Kakbah hingga prosesi pelontaran jumrah.
Sekretaris Yayasan Al Maghribi, Andre Kurniawan, mengatakan kegiatan manasik haji ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter Islami bagi anak. Ia menilai pembelajaran praktik langsung lebih mudah dipahami oleh peserta didik usia dini.
“Tujuannya supaya anak-anak sejak dini cinta terhadap Islam dan ibadah-ibadah yang diajarkan dalam Islam,” ujar Andre. Ia menambahkan kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan rukun Islam secara menyeluruh.
Andre menjelaskan bahwa manasik haji merupakan materi penutup dalam pembelajaran rukun Islam. Hal ini karena ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib diketahui oleh setiap muslim.
Ia menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan Islam terpadu yang diterapkan di sekolah tersebut. Dengan metode praktik, anak-anak diharapkan lebih memahami makna ibadah yang diajarkan.
“Harapan kami kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap ibadah serta mendorong peran orang tua dalam pendidikan keislaman,” tambahnya. Ia juga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Firda Maulianti, mengaku senang dengan adanya kegiatan manasik haji tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada anak-anak tentang ibadah haji.
“Alhamdulillah dengan adanya manasik haji ini anak-anak jadi lebih tahu makna dan tujuan berhaji serta memahami rukun Islam kelima,” ujar Firda. Ia berharap ilmu yang didapat dapat menjadi bekal bagi anak di masa depan.
Firda juga berharap para peserta didik tidak hanya memahami teori dan praktik manasik saja. Ia berharap suatu saat anak-anak tersebut dapat melaksanakan ibadah haji secara langsung di Tanah Suci.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat. Pendidikan berbasis praktik dinilai menjadi langkah efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....