Warga Gunong Kleng Protes Pengangkutan Material Limbah Batu Bara (FABA)

  • 02 Mei 2026 18:28 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Puluhan Warga Desa Gunong Kleng Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat bersama Mahasiswa Universitas Teuku Umar melakukan aksi protes terhadap aktivitas pengangkutan material limbah batu bara (FABA) oleh PT. Sumber Cipta Yoenanda. Aksi tersebut berlangsung di jalur lintas menuju kampus Universitas Teuku Umar pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam aksi tersebut Warga desa dan mahasiswa melakukan penghadangan terhadap sejumlah truk pengangkut material limbah batu bara tersebut. Penghadangan tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan warga dan mahasiswa terhadap aktivitas pengangkutan tersebut.

Geuchik Gampong Gunong Kleng, Ainal Mardiah saat diwawancarai media mengatakan bahwa penolakan tersebut dilakukan karena alasan peruntukan jalan yang merupakan jalan akses pendidikan bukan merupakan jalur lintas pengangkutan limbah perusahaan.

"Kami menolak ini, masyarakat menolak dan mahasiswa menolak karena di jalan ini khususnya bukan untuk pengangkutan mobil besar untuk mengangkut limbah, karena jalan ini di sediakan untuk mahasiswa dan masyarakat, karena ini adalah jalur pendidikan", ucapnya.

Ainal mengatakan selama aktivitas pengangkutan material limbah batu bara tersebut berlangsung menyebabkan terjadinya kerusakan jalan, membahayakan mahasiswa yang melintas. Menurutnya, aktivitas ini merupakan ancaman besae bagi masyarakat dan mahasiswa yang melintasi jalan tersebut.

Lebih lanjut, Geuchiek Gampong Gunong Kleng Tersebut mengatakan bahwa pihak perusahaan tidak pernah menyampaikan permohonan izin kepada pihaknya sebagai pihak gampong terkait aktivitas pengangkutan limbah batu bara tersebut. Iya juga mengatakan bahwa sebelum aksi protes ini dilaksanakan, pihaknga telah beberapa kali menyampaikan teguran kepada pihak perusahaan tersebut.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar, Putra Rahmad mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya mendapatkan undangan dari pihak Gampong untuk membicarakan terkait aktivitas pengangkutan material limbah batu bara tersebut. Rahmad mengatakan berdasarkan hasil pembicaraan dengan pihak Gampong, Pihaknya sepakat untuk menyuarakan keresahan tersebut bersama masyarakat.

Rahmad mengatakan bahwa pihaknya khawatir dengan adanya aktivitas pengangkutan limbah batu bara tersebut dapat membahayakan masyarakat dan mahasiswa yang menggukan jalan tersebut. "Yang kami Khawatirkan adalah operasi mereka lalu lalang di jalan pendidikan, secara pemberitahuan ataupun izin mereka tidak ada", ucapnya.

Rahmad mengatakan bahwa saat di lakukan mediasi, pihak perusahaan tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan aktivitas pengangkutan tersebut. Iya mengatakan jika perusahaan memiliki dokumen perizinan tersebut dapat menunjukkan kepada pihaknya.

Menanggapi aksi protes masyarakat Gampong Gunong Kleng dan Mahasiswa, Humas PT. Sumber Cipta Yoenanda, Said Jauhari melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa pihaknya menghargai peran mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun pihaknya menegaskan bahwa material yang di angkut pihaknya bukan merupakan FABA dan merupakan bahan yang dikategorika sebagai material Non B3.

Said Jauhari mengatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap dialog dan masukan yang konstruktif. "Kami terbuka terhadap dialog dan masukan yang bersifat konstruktif. Namun kami berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara proporsional, berbasis data dan tidak dalam bentuk penekanan, pemaksaan, maupun tindakan yang berpotensi menjadi provokasi di lapangan", ucapnya.

Iya menegaskan bahwa segala bentuk gangguan terhadap aktivitas operasional yang berkaitan dengan kepentingan umum memiliki konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Iya juga menambahkan bahwa perihal Koordinasi gampong pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak gampong tersebut. Iya mengatakan bahwa angka konpensasi yang harus diberikan oleh pihak perusahaan telah disepakati, namun belum ada persetujuan secara resmi dari pihak gampong.

Said mengatakan bahwa pihaknya masih meminta kejelasan tujuan penyaluran dana kompensasi tersebut. Iya mengakui tidak mengetahui perihal aksi yang dilaksanakan pada hari ini, dan tidak mengetahui alasan dibalik aksi penghadangan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....