Suara Perempuan dalam Ruang Publik Perlu Diperkuat dalam Proses Demokrasi

  • 27 Apr 2026 12:08 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Pengarusutamaan gender dalam ruang publik, khususnya pada proses demokrasi, dinilai masih memerlukan penguatan yang serius. Hal ini mengemuka dalam dialog di LPP RRI Meulaboh bertema “Suara Perempuan dalam Ruang Publik” yang menghadirkan Ketua Divisi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat , Cici Darmayanti, Senin (27/4/2026).

Dalam dialog tersebut, Cici Darmayanti menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam ruang publik, termasuk dalam proses pemilu, merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, partisipasi perempuan sebagai pemilih sejauh ini menunjukkan tren yang cukup baik. Namun, keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan, terutama di ranah politik dan legislatif, masih perlu ditingkatkan.

“Suara perempuan bukan hanya soal kehadiran dalam pemilu, tetapi juga bagaimana aspirasi mereka dapat terakomodasi dalam kebijakan publik,” ujarnya, Senin (27/4/2026)..

Cici menjelaskan, Komisi Independen Pemilihan terus mendorong keterlibatan perempuan melalui berbagai program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang inklusif. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan literasi politik perempuan serta mendorong mereka lebih aktif dalam proses demokrasi.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya faktor budaya, norma sosial, serta stigma terhadap perempuan yang aktif di ruang publik. Kondisi ini kerap menjadi hambatan bagi perempuan untuk tampil dan menyuarakan aspirasinya.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap pendidikan politik juga menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi perempuan dalam posisi strategis.

Untuk mengatasi hal tersebut, Cici menilai diperlukan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, pemerintah, hingga media massa. Media dinilai memiliki peran penting dalam mengangkat isu-isu perempuan sekaligus memberikan ruang yang setara dalam pemberitaan.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung perempuan agar lebih percaya diri dalam berpartisipasi di ruang publik.

Lebih lanjut, Cici berharap ke depan akan semakin banyak perempuan yang berani terlibat dalam politik, baik sebagai pemilih, penyelenggara pemilu, maupun sebagai calon legislatif.

“Keterlibatan perempuan akan memberikan perspektif yang lebih beragam dalam pengambilan kebijakan, sehingga mampu meningkatkan kualitas demokrasi,” katanya.

Di akhir dialog, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk laki-laki, untuk bersama-sama mendukung kesetaraan gender dan membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk bersuara.

Dengan penguatan pengarusutamaan gender, diharapkan suara perempuan tidak hanya terdengar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan di daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....