Aliran Baru Krueng Meureudu Ancam Permukiman Warga di Pidie Jaya
- 26 Apr 2026 22:04 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meureudu - Penanganan Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya dinilai belum optimal setelah muncul aliran sungai baru yang berdampak langsung pada permukiman warga di Desa Meunasah Lhok Pante Geulima. Kondisi tersebut menyebabkan banjir berulang setiap kali hujan turun.
Air sungai meluap dan mengalir ke permukiman warga melalui jalur baru yang terbentuk akibat perubahan aliran sungai.
Salah seorang penyintas, Fakhrurrazi Sabir mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.
“Kalau hujan, air Sungai Meureudu terus mengalir ke desa kami. Harus ada penanganan segera, seperti pembuatan tanggul dari batu gajah di sepanjang aliran sungai yang melintas desa kami,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Ia berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kawasan jembatan Simpang Empat hingga ke Kuala Meureudu.
Sebelumnya, upaya penanganan telah dilakukan dengan penimbunan tanah di sejumlah titik. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif karena kembali jebol saat hujan deras, sehingga air kembali mengikuti jejak aliran lama dan membentuk jalur baru.
Dampak dari kondisi ini cukup serius. Sejumlah rumah warga dilaporkan hilang, bahkan beberapa area pemakaman keluarga ikut terdampak hingga hilang tanpa jejak. Selain itu, situs bersejarah Meunasah Tgk Pante Geulima nyaris hilang, serta sebagian bangunan pesantren di kawasan tersebut juga mengalami kerusakan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan guna mencegah kerusakan yang lebih luas, sekaligus melindungi permukiman dan situs penting di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....