Pasokan BBM Paksa Nelayan Aceh Barat Kurangi Melaut
- 23 Apr 2026 12:18 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi tekanan utama bagi nelayan di Aceh Barat. Kondisi ini memaksa sebagian nelayan mengurangi aktivitas melaut akibat meningkatnya biaya operasional.
Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Nursyidah, mengungkapkan kebutuhan BBM solar nelayan mencapai sekitar 380 kiloliter per bulan. Namun, pasokan yang tersedia hanya berkisar 172 kiloliter.
“Selisih ini membuat nelayan harus membeli BBM di luar subsidi dengan harga lebih mahal, sehingga pendapatan mereka menurun,” ujarnya dalam dialog RRI Meulaboh, Kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, sekitar 50 hingga 70 persen biaya operasional nelayan terserap untuk bahan bakar. Ketika harga energi naik dan pasokan terbatas, nelayan terpaksa mengurangi intensitas melaut, yang berdampak langsung pada hasil tangkapan.
Kondisi ini juga memicu perubahan perilaku nelayan, seperti membeli BBM eceran dengan harga tinggi akibat antrean panjang di SPBU. Di sisi lain, harga jual ikan tidak selalu sebanding dengan kenaikan biaya produksi.
“Kalau ini terus terjadi, akan menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan usaha perikanan tangkap,” kata Nursyidah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....