Kakanwil Kemenag Aceh Bina ASN, Tekankan Layanan Publik Prima

  • 22 Apr 2026 17:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, melaksanakan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Rabu, 22 April 2026 di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder mulai dari KTU, kepala seksi, kepala KUA, hingga kepala madrasah tingkat MI, MTs, dan MA guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat kinerja ASN dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi berbagai program yang sedang berjalan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H. Abrar Zym, menyampaikan sejumlah laporan kepada Kakanwil. Ia memaparkan kondisi terkini terkait implementasi kebijakan kerja dan pelayanan.

“Kami melaporkan terkait pelaksanaan WFH, upacara rutin setiap tanggal 17, serta berbagai program yang sedang berjalan,” ujar Abrar. Ia juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya penerapan nilai Asta Protas dan Asta Cita. Ia mengingatkan agar seluruh ASN saling menghargai dan menjaga etika dalam bekerja.

“Asta Protas dan Asta Cita harus menjadi perhatian utama dalam lingkungan kerja,” kata Azhari. Ia menilai nilai tersebut penting dalam membangun budaya kerja yang baik.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu lingkungan atau ekoteologi. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi prioritas di tengah kondisi bencana hidrometeorologi yang terjadi.

“Ekoteologi harus menjadi atensi khusus, apalagi daerah kita baru saja mengalami bencana,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu, Kakanwil menegaskan bahwa layanan kepada masyarakat harus berdampak nyata. Program seperti wakaf dan mawaris harus dijalankan secara optimal.

“Layanan yang berdampak harus benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya. Ia mengingatkan agar ASN tidak mengabaikan tugas pokok dan fungsi.

Terkait kebijakan kerja, ia juga menyinggung pelaksanaan WFH setiap Jumat. ASN diminta tetap memberikan pelayanan meski bekerja dari rumah.

“Pelayanan tetap harus berjalan meskipun ASN bekerja dari rumah,” ujar Azhari. Ia menekankan kesiapsiagaan ASN jika sewaktu-waktu dibutuhkan di kantor.

Kakanwil juga mendorong optimalisasi program yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama. Ia meminta seluruh jajaran memastikan implementasi hingga ke tingkat bawah.

“Semua program harus dioptimalkan hingga ke level paling bawah,” katanya. Ia menilai keberhasilan program ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan.

Dalam bidang pendidikan, digitalisasi menjadi perhatian utama. Ia mendorong penerapan sistem berbasis digital dalam berbagai layanan.

“Penerimaan siswa baru harus berbasis digitalisasi,” ujarnya. Ia menilai langkah ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Di akhir kegiatan, suasana menjadi haru saat Kakanwil menyinggung masa purna bakti H. Abrar Zym. Ia berharap nilai kepemimpinan yang telah ditunjukkan dapat menjadi teladan.

“Kami berharap pengalaman dan keteladanan beliau dapat menjadi pelajaran bagi ASN lainnya,” kata Azhari. Ia juga mengajak untuk terus menjaga silaturahmi.

Kakanwil menegaskan bahwa keberadaan ASN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini menjadi tolok ukur keberhasilan pelayanan publik.

“ASN harus hadir dan memberi dampak bagi umat,” ujarnya. Ia berharap seluruh jajaran terus meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....