Bupati Nagan Raya Ikuti Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Tegaskan Dukung Langkah
- 21 Apr 2026 15:31 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Jakarta - Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr TR Keumangan, SH MH mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Kemarau 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung Menteri Pertanian, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP dan diikuti sekitar 170 kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam forum tersebut, Bupati yang akrab disapa TRK menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Ia menegaskan komitmen daerah untuk menjaga stabilitas produksi pertanian dan ketahanan pangan.
“Pemkab Nagan Raya akan mengambil langkah-langkah proaktif dan sistematis guna menjaga produksi pertanian serta memastikan ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.
TRK menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber air dan infrastruktur, serta penerapan irigasi pompa (irpom) melalui teknologi pompanisasi untuk mengalirkan air dari sungai ke lahan pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan merehabilitasi jaringan irigasi serta memperbaiki saluran irigasi tersier yang mengalami kerusakan agar distribusi air lebih efektif. Upaya lain yang dilakukan adalah mendorong petani mempercepat masa tanam guna menghindari puncak musim kemarau.
“Kami sangat mendukung langkah pemerintah pusat dalam mitigasi dampak kekeringan 2026 serta penguatan sistem irigasi pertanian berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Keterlibatan kepala daerah menjadi kunci dalam memastikan percepatan program berjalan optimal, mulai dari penguatan irigasi hingga peningkatan produktivitas tanaman,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan sistem irigasi pertanian. Program tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pompanisasi dengan cakupan hingga 1,5 juta hektare.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80 ribu unit pompa yang ditargetkan mampu mengairi hampir 1 juta hektare lahan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi peningkatan indeks pertanaman.
Melalui rakornas ini, diharapkan upaya antisipasi kemarau dapat berjalan lebih terkoordinasi sehingga sektor pertanian tetap produktif dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....