Bupati Aceh Barat Kecewa Tak Dapat Tambahan Dana TKD
- 17 Apr 2026 15:53 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengungkapkan kekecewaannya setelah daerahnya menjadi satu-satunya kabupaten yang tidak memperoleh tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Provinsi Aceh senilai Rp824 miliar. Menurut Tarmizi, Aceh Barat justru dikategorikan sebagai daerah yang tidak terdampak musibah sehingga hanya menerima tambahan dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
Dari total penyesuaian DOKA sebesar Rp75 miliar yang didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota, Aceh Barat hanya mendapatkan sekitar Rp1,09 miliar.
“Kami sangat terkejut. Ini perlu penjelasan terbuka. Apa indikatornya, bagaimana rumus dan aturan pembagiannya?” ujar Tarmizi di Banda Aceh, Jumat, 17 April 2026.
Ia mengaku telah mempertanyakan langsung kepada Tim Anggaran Pemerintah Aceh, namun hingga kini belum memperoleh kejelasan terkait dasar kebijakan tersebut.
Tarmizi menilai kondisi ini berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Pasalnya, sebelumnya Aceh Barat juga tidak mendapatkan bantuan pembangunan rumah sakit regional, meski sempat ada peluang pendanaan dari peralihan dana PORA sebesar Rp80 miliar.
“Dana tersebut kemudian dibatalkan dengan alasan akan dialihkan ke skema TKD. Namun kenyataannya, dana TKD juga tidak terealisasi karena tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya.
Ia juga menyebut, sebelumnya Gubernur Aceh telah memberikan arahan agar Aceh Barat mendapat perhatian khusus. Namun, realisasi di lapangan justru berbeda dari harapan tersebut.
Meski muncul berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, Tarmizi menegaskan tidak ingin berspekulasi terkait kemungkinan adanya motif tertentu di balik kebijakan tersebut.
“Saya memilih tidak berspekulasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, apalagi sampai dibenturkan dengan gubernur,” katanya tegas.
Sebagai kepala daerah, ia menegaskan tetap fokus memperjuangkan hak Aceh Barat dan berharap adanya penjelasan yang transparan serta adil dari pihak terkait.
“Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan dalam kebijakan ini,” kata Tarmizi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....