UTU Meulaboh Jalankan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana
- 14 Apr 2026 16:50 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Pidie Jaya – Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menjadi bagian sesuai tridarma perguruan tinggi salah satunya melakukan pengabdian ke masyarakat bagian dari upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang disertai lumpur yang melanda Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya Bulan November 2025 lalu.
UTU Meulaboh melakukan inovasi dari tim Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UTU melalui Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana. Program bertajuk “Inovasi Pengolahan Air Siap Minum Portabel dan Ketahanan Pangan Mandiri Untuk Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Pidie Jaya” ini didukung hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Koordinator Pendamping Mahasiswa UTU Meulaboh Dr. Kiswanto, M.Si, Selasa 14 April 2026 mengatakan Program difokuskan pada penyediaan air bersih melalui pembuatan sumur bor dan instalasi teknologi pengolahan air siap minum portabel kegiatan tersebut di bantu bersama tim pelaksana Dr. Wintah, M.Si dan Firman Firdauz, SKM., M.Epid, dalam melakukan pendampingan mahasiswa di lapangan
" Iya peran mahasiswa di lapangan pada pengabdian di masyarakat sagat penting dan mahasiswa harus mampu berinovasi di masyarakat dalam program mahasiswa berdampak tuturnya.
Selain itu, tim juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu kedelai dan bubur kacang hijau kepada anak-anak guna meningkatkan asupan gizi pasca bencana.
Tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, mahasiswa UTU juga menginisiasi pelatihan pertanian hidroponik sebagai upaya membangun ketahanan pangan mandiri masyarakat. Melalui praktik langsung di lapangan, warga diajarkan cara membuat media tanam, menebar benih, hingga merawat tanaman hidroponik.
“Melalui pelatihan kebun hidroponik, masyarakat penyintas diajarkan keterampilan yang dapat menunjang kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Dr. Kiswanto.
Program ini tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga berdampak pada pemulihan psikologis masyarakat. Kegiatan bertanam sayur secara hidroponik terbukti mampu mengurangi trauma sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan keluarga.
Sementara itu , Ketua Dapima Desa Blang Cut,Tengku Mustaqim mengatakan ini suatu karya inovasi yaitu pada air dari sumur bor dengan teknologi portabel tersebut dapat langsung diminum.
“Sekarang air hasil filtrasi itu sudah kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Program ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Program Mahasiswa Berdampak ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari berbagai program studi seperti Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Mahasiswa berperan aktif sebagai fasilitator lapangan, mulai dari edukasi kesehatan lingkungan hingga praktik pengolahan pangan dan pertanian.
Koordinator program, Putri Isyelda Alicia Ritonga, menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.
“Kami belajar langsung memahami kondisi masyarakat pasca bencana. Ini menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat untuk berkontribusi nyata,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pasca bencana, terutama dalam penyediaan air bersih layak minum, peningkatan gizi, dan ketahanan pangan mandiri.
Universitas Teuku Umar pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana seperti Desa Blang Cut, Pidie Jaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....