Balai Latihan Kerja Meulaboh Melatih Pengelasan bagi Lulusan SMK di Aceh Barat
- 07 Apr 2026 16:04 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Meulaboh memberikan pelatihan pengelasan kepada 10 orang alumni Sekolah Menengah Kejuruan di Aceh Barat. Pelatihan ini berlangsung selama 45 hari, dimulai sejak 1 April 2026, dengan sistem non-asrama, di mana peserta kembali ke rumah masing-masing setelah kegiatan berlangsung.
Kepala Tata Usaha UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Meulaboh, Febri Yanti, SE mengatakan awalnya, terdapat empat jenis pelatihan yang akan dilaksanakan, yakni pembuatan roti, menjahit, digital marketing, dan pengelasan.
“Setelah proses verifikasi data oleh pihak kementerian, sebagian besar peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat karena menggunakan ijazah Strata 1 (S1), sementara persyaratan yang ditetapkan adalah lulusan SMA atau sederajat. Akibatnya, hanya pelatihan pengelasan yang dapat berjalan, meskipun jumlah peserta tidak mencapai kuota maksimal. Dari target sebanyak 16 orang, pelatihan tersebut hanya diikuti oleh 10 peserta,” ucapnya, Selasa, 7 April 2026.
Ia juga menyebutkan Kendala ini juga dipengaruhi oleh sistem aplikasi pendaftaran yang dinilai cukup menyulitkan calon peserta pada tahun ini. Hal tersebut membuat proses seleksi dan administrasi menjadi tidak berjalan maksimal.
Salah seorang peserta, Jufri Julianto Alumni SMKN 2 Meulaboh mengatakan sudah sepekan mengikuti pelatihan dan banyak hal yang baru yang tidak didapatkan di bangku sekolah.
“disini juga ditekankan untuk memerhatikan pengunaan safety dan kedisiplinan dalam bekerja. Karena keselamatan kerja harus di utamakan. Di sekolah kami hanya diajarkan dasar-dasar saja dan disini kami mendapatkan pendalaman secara eori dan teknik,” ujarnya.
Para peserta yang mengikuti pelatihan diketahui telah menyelesaikan pendidikan dan mendaftar secara mandiri tanpa rekomendasi dari sekolah. Informasi pelatihan diperoleh melalui media sosial, sehingga menarik minat pendaftar dari berbagai daerah, termasuk dari Banda Aceh. Meski demikian, mayoritas peserta berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh Barat.
Pihak penyelenggara berharap ke depan sistem pendaftaran dapat diperbaiki agar program pelatihan dari kementerian dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak peserta sesuai kriteria yang ditetapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....