Kenduri Jeurat, Tradisi Ziarah Kubur usai Idulfitri
- 30 Mar 2026 12:26 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Tradisi Kenduri Jeurat atau yang lebih di kenal dengan kenduri kuburan kembali dilaksanakan oleh masyarakat di desa Blang Luah, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya pada Jum'at 27 Maret 2026.
Tradisi ini biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah lebaran sebagai bentuk doa bersama bagi keluarga yang telah meninggal dunia.
Kenduri Jeurat merupakan tradisi turun-temurun yang masih terus dijaga oleh masyarakat. Dalam pelaksanaannya, warga biasanya berkumpul di area pemakaman untuk melakukan ziarah kubur, membersihkan makam, serta memanjatkan doa bersama.
Tgk. Muslim salah seorang tokoh agama mengatakan. Tradisi Kenduri Jeurat menjadi momen penting untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang sekaligus mempererat hubungan antar sesama.
“ Setiap tahun kami tetap melaksanakan Kenduri Jeurat di 7 hari lebaran. Selain mendoakan keluarga yang sudah meninggal, ini juga jadi momen untuk berkumpul dengan keluarga dan tetangga,” ujarnya.
Tradisi ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga yang merantau untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama sanak saudara. Kenduri Jeurat tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya yang kuat. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk selalu mengingat keluarga yang telah berpulang sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan.
Meski zaman terus berkembang, tradisi Kenduri Jeurat tetap dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya Aceh. Diharapkan, tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hilang seiring waktu. (Penulis/Rofah/UTU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....