Bupati Aceh Barat Tinjau RTLH, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
- 19 Mar 2026 17:32 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Barat pada Kamis, 19 Maret 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga kurang mampu serta mempercepat penanganan bantuan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama kepala dinas terkait serta para camat. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di Kecamatan Woyla, tepatnya di Desa Pasi Jeut, Tarmizi memastikan rumah seorang ibu bersama dua anak yatim telah dialiri listrik. Ia menyebut pemasangan listrik tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi yang diberikan sebelumnya.
“Saya pastikan dalam waktu 1x24 jam rumah ini sudah dialiri listrik. Alhamdulillah sekarang sudah terpasang, sehingga saat Lebaran nanti mereka bisa tersenyum,” ujar Tarmizi.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo. Di lokasi tersebut ditemukan lima unit rumah tidak layak huni dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Salah satu rumah bahkan dihuni oleh empat orang dengan kondisi lantai dari batang pinang dan dinding rumbia. Rumah tersebut juga dilaporkan dalam kondisi hampir roboh sehingga membutuhkan penanganan segera.
Selanjutnya, Tarmizi juga mengunjungi rumah tidak layak huni di Gampong Blang Sibeutong, Kecamatan Bubon. Rumah itu diketahui telah ditempati sejak tahun 2008 dengan kondisi dinding yang sebelumnya hanya menggunakan terpal plastik.
Namun demikian, pemerintah telah melakukan perbaikan awal dengan pemasangan dinding papan. Upaya tersebut menjadi langkah awal sebelum dilakukan pembangunan yang lebih permanen.
Tarmizi menegaskan bahwa penanganan RTLH akan menjadi prioritas pemerintah daerah ke depan. Ia menyampaikan bahwa setelah Lebaran akan dibentuk tim khusus untuk melakukan pendataan menyeluruh.
“Tim ini akan dipimpin oleh Dinas Perkim dan Dinas Sosial, bekerja sama dengan seluruh camat untuk mendata kondisi di setiap desa,” katanya.
Ia menambahkan, prioritas utama akan diberikan kepada rumah dhuafa dengan kondisi paling memprihatinkan. Kriteria tersebut meliputi rumah berlantai tanah, berdinding rumbia, tidak memiliki listrik, serta tidak memiliki fasilitas toilet.
Selain itu, Tarmizi juga menekankan pentingnya peran aparatur gampong dalam memberikan informasi yang cepat dan akurat. Ia mengaku tidak ingin lagi mengetahui kondisi masyarakat dari media sosial.
“Ke depan, saya tidak ingin lagi mendapat informasi seperti ini dari media sosial. Keuchik dan aparatur gampong harus aktif turun ke lapangan,” pungkasnya.
Langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat kurang mampu. Terlebih menjelang Idul Fitri, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi warga yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....