Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Drien Sibak Kecamatan Singai Mas

  • 06 Mar 2026 16:29 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil berkantor sehari di Gampong Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan yang diikuti unsur Forkopimda, seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta para camat itu dilakukan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di wilayah terpencil.

Bupati Tarmizi mengatakan kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah di desa merupakan bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk mengetahui secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga.

“Hari ini seluruh SKPK hingga kecamatan berkantor di Gampong Drien Sibak. Ini kita lakukan karena wilayah ini termasuk desa yang cukup terpencil di Kecamatan Sungai Mas, sehingga pemerintah hadir langsung untuk memberikan pelayanan dan mendengar kebutuhan masyarakat,” ujar Tarmizi.

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga menyinggung pentingnya menjaga integritas dalam proses politik di daerah. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati terpilih tanpa menggunakan praktik politik uang dalam kontestasi Pilkada.

“Kami sudah membuktikan bahwa Pilkada bisa dimenangkan tanpa money politik. Saya sudah dua kali menjadi anggota DPRA dan mencalonkan diri sebagai bupati juga tanpa money politik,” kata Tarmizi.

Ia juga mengingatkan agar praktik politik uang tidak terjadi dalam pemilihan mukim maupun keuchik di Kabupaten Aceh Barat. Menurutnya, jika ditemukan praktik tersebut maka hasil pemilihan dapat dibatalkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Tarmizi mengajak masyarakat untuk mulai membangun kemandirian ekonomi di tingkat rumah tangga. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan sayur.

“Kita harus mulai mandiri. Jangan semua kebutuhan sayur harus dibeli ke Kota Meulaboh. Tanam saja di sekitar rumah,” ujarnya.

Bupati Aceh Barat itu juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang mengalami penghematan anggaran. Ia menekankan agar setiap program dan kegiatan pemerintah benar-benar dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, hampir seluruh desa di Aceh Barat saat ini mengalami penurunan alokasi dana desa. Jika sebelumnya desa dapat menerima hingga Rp1 miliar, kini rata-rata hanya berkisar antara Rp300 juta hingga Rp500 juta per tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Tarmizi juga meluncurkan Gampong Drien Sibak sebagai Gampong Bebas Narkoba, judi, judi online, aliran sesat, serta stunting. Program ini juga diiringi dengan penguatan peran pemuda sebagai generasi tangguh bencana di tingkat desa.

Di sela kegiatan berkantor sehari, Bupati dan Wakil Bupati juga melakukan kunjungan program Dokter Masuk Rumah (Dokmaru). Program layanan kesehatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.

Dalam kunjungan tersebut, tim medis memeriksa sejumlah warga yang menderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, hiperurisemia, dan kolesterol tinggi. Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa warga di antaranya Bariah, Jauhari (62), Abdur Rajab (61), Maisarah (42), Khatijah (60), serta Niah (52).

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan Shalat Jumat bersama masyarakat di Masjid Gampong Tungkop. Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan perlengkapan shalat kepada pengurus masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....