Warga Keluhkan Bangunan Bekas Sekolah Terbengkalai Menjadi Hutan Kota Meulaboh

  • 05 Mar 2026 16:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sejumlah bangunan gedung bekas sekolah terpadu di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat dibiarkan terbangkalai dan dipenuhi semak belukar. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan warga karena bangunan bekas sekolah itu berada di kawasan strategis di Kota Meulaboh.

Pantauan di lokasi, Kamis 5 Maret 2026, area sekitar bangunan terlihat dipenuhi rumput liar dan semak yang tumbuh tinggi hingga menyerupai hutan kecil di tengah kota. Bagian halaman dan sekeliling gedung tampak tidak terawat, sehingga menimbulkan kesan bangunan tersebut telah lama terbengkalai.

Salah seorang warga Meulaboh, Ihsan Muttaqim, mengatakan kondisi tersebut cukup ironis mengingat bangunan tersebut merupakan aset pemerintah yang berada di kawasan pusat pemerintahan daerah.

"Cukup ironis melihat hutan kecil ada di tengah kota, tepatnya di bangunan milik pemerintah yang seolah dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mengurus," kata Ihsan melalui pesan WhatsApp kepada RRI.

Ihsan yang merupakan Kepala SMP Negeri 2 Meulaboh mengaku turut merasa heran karena bangunan tua tersebut berada tidak jauh dari lingkungan sekolah yang ia pimpin.

Menurutnya, kondisi gedung yang dipenuhi semak belukar itu dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar.

"Di samping bangunan sekolah kami ada gedung tua yang penuh semak belukar. Kondisi ini tentu cukup mengganggu pemandangan dan menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat," ujarnya.

Ia berharap pihak terkait yang memiliki kewenangan terhadap bangunan tersebut dapat segera mengambil langkah penanganan, baik dengan membersihkan area sekitar maupun memanfaatkan kembali gedung tersebut agar tidak terus terbengkalai.

Menurut Ihsan, hingga saat ini masyarakat sekitar juga belum mengetahui secara pasti instansi mana yang bertanggung jawab atas pengelolaan bangunan tersebut.

“Kami berharap ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengurus bangunan ini. Untuk saat ini juga belum jelas siapa yang mengelolanya," katanya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti kondisi tersebut agar aset milik pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal serta tidak menimbulkan kesan kumuh di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Barat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....