Safari Ramadhan Aceh Fokus Daerah Terdampak Bencana

  • 27 Feb 2026 23:55 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pemerintah Aceh kembali menggelar Safari Ramadhan sebagai upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dengan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. Pelepasan tim Safari Ramadhan berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat 27februari 2026.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan Safari Ramadhan tahun ini difokuskan pada daerah yang mengalami bencana alam. Selain mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, kehadiran tim diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan spiritual bagi warga yang sedang dalam masa pemulihan.

“Harapannya tausiah yang disampaikan juga berkaitan dengan upaya pemulihan psikososial atau trauma healing bagi masyarakat terdampak,” ujar M. Nasir dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, tim Safari Ramadhan terdiri atas pejabat Pemerintah Aceh, ulama, serta para dai yang akan menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan informasi pembangunan. Para anggota tim mengemban sejumlah tugas penting, di antaranya memperkuat nilai-nilai syariat Islam agar masyarakat tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan, sekaligus menyampaikan program-program Pemerintah Aceh tahun 2026, terutama yang berkaitan dengan pemulihan pascabencana.

“Kita ingin masyarakat mengetahui apa saja yang akan kita laksanakan di tahun ini, khususnya dalam upaya pemulihan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Yusrizal, menyebutkan Safari Ramadhan akan berlangsung pada 1 hingga 4 Maret 2026. Kegiatan tersebut akan digelar di 18 kabupaten/kota yang masuk kawasan terdampak bencana di Aceh.

Dalam pelaksanaannya, setiap masjid yang dikunjungi akan menerima bantuan lima sajadah panjang. Selain itu, Pemerintah Aceh juga akan menyerahkan santunan kepada anak yatim, dengan jumlah penerima paling sedikit 150 orang dan paling banyak 500 orang di setiap daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Aceh berharap Safari Ramadhan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan penguatan iman, kepedulian sosial, serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....