Menu MBG Ramadan Dipertanyakan, Wali Murid Kecewa

  • 23 Feb 2026 23:48 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang disajikan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh Barat menuai sorotan wali murid. Menu untuk tiga hari yang dibagikan pada Senin, 23 Februari 2026 itu dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang sebelumnya disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan pantauan, paket MBG yang diterima siswa TK Negeri 13 Kaway XVI Aceh Barat, berisi kolak ubi tiga potong kecil, bakwan, dua butir telur, roti, bolu kukus mini, empat butir kurma, pisang salak, serta apel berukuran kecil.

Sejumlah orang tua menilai komposisi tersebut belum mencerminkan keseimbangan gizi yang diharapkan.

Salah seorang wali murid TK Negeri 13 Kaway XVI, Lidia, mengaku kecewa dengan menu yang diberikan kepada anaknya. Ia menilai nilai anggaran yang ditetapkan tidak sebanding dengan kualitas dan kuantitas makanan yang diterima siswa.

“Kalau dilihat dari harganya, menu yang disajikan tak sesuai dengan nilai yang ditetapkan. Sehari Rp12 ribu dan sisanya Rp3 ribu untuk operasional. Kalau tiga hari Rp36 ribu, masa segitu dapatnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Fitri, wali murid TK Negeri 13 Kaway XVI lainnya, yang menilai menu tersebut terkesan dipaksakan. Ia memperkirakan jika ditaksir, nilai makanan untuk tiga hari berkisar Rp23 ribu hingga Rp25 ribu.

Sementara itu, anggaran program MBG secara nasional pada tahun 2025–2026 ditetapkan berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi, dengan fokus utama pada biaya bahan baku.

Dalam sejumlah daerah, rincian anggaran disebutkan Rp10 ribu untuk bahan baku, Rp3 ribu untuk operasional, dan Rp2 ribu untuk sewa dapur, dengan total Rp15 ribu per porsi.

Beberapa sekolah lainnya, seperti MIN 16 Aceh Barat dan TK Negeri Percontohan, menu MBG terlihat sesuai dengan anggaran yang ditetapkan. Namun waktu pengambilan yang membuat orang tua harus menghabiskan waktu hanya untuk menunggu petugas SPPG datang dan selanjutnya dibagikan oleh pihak sekolah.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Seorang wali murid MIN 16 Aceh Barat, Niki, mengunkapkan kekecewaannya, yang menunggu tellau lama dari jadwal yang ditentukan. “Jadwal yang diberitahukan mulai pukul 15.30 hingga 16.30 WIB, tapi pada pukul 17.00 WIB petugas SPPG baru tiba. Masak-masak tinggal hari ini,” ucapnya kesal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....