Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Hidupkan Kembali TPA Plus
- 19 Feb 2026 11:59 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Ketua Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Syahwaludin, SPdI MA menyampaikan bahwa pihaknya akan menghidupkan Kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang sempat vakum. Hal Itu disampaikan saat mengisi dialog Meulaboh Meyapa, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia juga mengatakan ke depan akan dikembangkan menjadi TPA Plus dengan pembinaan lebih komprehensif, mulai dari baca Iqra, Al-Qur’an, tahfidz, hingga tilawah.
“Insya Allah setelah Idulfitri nanti kita mulai pembinaan khusus. TPA Plus ini akan menjadi ruang pengembangan anak-anak, bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga meningkatkan kemampuan tilawah dan tahfidz,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran program tersebut menjadi solusi atas kekhawatiran orang tua terhadap penggunaan gawai di kalangan remaja. Ia menilai, anak-anak tidak cukup hanya dilarang bermain gadget, tetapi harus diberikan ruang alternatif yang positif.
“Kalau hanya melarang tanpa memberi solusi, anak-anak akan mencari pelampiasan lain. Maka tugas kita sebagai orang tua dan pendidik adalah menyediakan ruang yang sehat agar potensi mereka tumbuh dengan baik,” katanya.
Syahwaludin mengibaratkan anak sebagai benih yang membutuhkan lahan subur untuk tumbuh. Dalam konteks pendidikan, orang tua, guru, dan lingkungan harus bersinergi agar potensi generasi muda berkembang secara optimal.
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan, Remaja Masjid Agung juga menggelar Festival Ramadan pada 10 hingga 17 Ramadan. Kegiatan ini melombakan tahfidz Al-Qur’an tingkat SD, SMP, dan SMA dengan kategori Juz 30 untuk SD, Juz 1 dan 2 untuk SMP, serta Juz 1, 2, dan 3 untuk SMA.
Setiap peserta akan mengikuti sistem sambung ayat berdasarkan undian soal yang disiapkan dewan juri. Minimal tiga pertanyaan akan diberikan kepada masing-masing peserta.
“Kita batasi peserta karena keterbatasan waktu. Satu peserta bisa menghabiskan waktu 10 hingga 15 menit. Dalam satu hari hanya sekitar 16 peserta yang bisa tampil,” kata Syahwal.
Antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Sejak pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar telah melebihi kuota yang ditetapkan panitia.
Selain festival, panitia juga mengadakan Daurah Ramadan pada 18 hingga 27 Ramadan, meliputi pelatihan tajwid Al-Qur’an dan Bahasa Arab praktis. Kegiatan ini terbuka untuk peserta usia minimal 15 tahun tanpa batas maksimal.
Untuk 10 hari terakhir Ramadan, panitia juga menyediakan program iktikaf dan qiyamullail khusus bagi 20 peserta laki-laki, lengkap dengan fasilitas sahur dan berbuka.
Syahwaludin berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi media syiar Islam sekaligus penguatan ukhuwah di Aceh Barat.
“Masjid Agung adalah ikon kabupaten. Jika ingin melihat wajah Islam di Aceh Barat, lihatlah bagaimana aktivitas di masjidnya. Semoga ini menjadi langkah awal melahirkan generasi cinta Al-Qur’an,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....