Fauzul Munandar Pimpin FJL Aceh Periode 2026-2029

  • 15 Feb 2026 17:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Fauzul Munandar kembali terpilih sebagai Koordinator Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh periode 2026–2029 dalam Musyawarah Besar yang digelar di Sekretariat FJL Aceh, Gedung ATC, Meunasah Manyang, Kabupaten Aceh Besar, Minggu, 15 Februari 2026. Pemilihan secara aklamasi tersebut dihadiri tokoh pers dan jurnalis senior dengan tujuan memperkuat kapasitas jurnalis serta kampanye visual lingkungan di Aceh.

Musyawarah Besar FJL Aceh berlangsung dalam suasana musyawarah dan kekeluargaan. Sejumlah peserta sepakat kembali memberikan mandat kepemimpinan kepada Fauzul Munandar untuk tiga tahun ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pers nasional dan jurnalis senior yang selama ini aktif dalam isu lingkungan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral dan strategis terhadap penguatan jurnalisme lingkungan di Aceh.

Di antaranya hadir Adi Warsidi selaku ahli pers nasional, Mukhtaruddin Yacob jurnalis senior SCTV sekaligus pendiri FJL Aceh, Chaideer Mahyuddin fotografer AFP, Zulkarnaini Masry dari Bisnisia.id, Raja Umar dari Kompas TV, serta sejumlah jurnalis lainnya. Para pembina dan anggota memberikan pandangan terkait tantangan dan arah gerak organisasi ke depan.

Dalam keterangan resminya, Fauzul Munandar menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas jurnalis lingkungan. “Fokus utama kami adalah memperkuat kapasitas jurnalis yang konsisten meliput isu-isu lingkungan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa advokasi dan kampanye lingkungan juga akan diperkuat melalui pendekatan visualisasi. “Pendekatan foto, video, dan tulisan mendalam akan kita dorong agar pesan lingkungan lebih mudah dipahami publik,” katanya.

Munandar yang juga jurnalis aktif di Nusantara TV menilai tantangan isu lingkungan di Aceh semakin kompleks. Menurutnya, peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir 2025 menjadi alarm penting bagi semua pihak.

“Peran jurnalis lingkungan sangat penting untuk mengingatkan publik dan para pengambil kebijakan,” tegas Munandar. Ia menambahkan bahwa pemberitaan yang kuat dan akurat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemberitaan yang berimbang dan berbasis data dalam mengangkat isu deforestasi serta kerusakan lingkungan. “Dengan karya jurnalistik yang berdampak, kita berharap kerusakan lingkungan bisa ditekan,” katanya.

FJL Aceh juga berkomitmen membangun kolaborasi lintas media dalam memperluas jangkauan kampanye lingkungan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan efek advokasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan dan arah program yang lebih strategis, FJL Aceh diharapkan semakin solid sebagai ruang kolaborasi jurnalis. Organisasi ini diharapkan mampu menjaga lingkungan Aceh melalui karya jurnalistik yang kritis, edukatif, dan berdampak nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....