PCNU Aceh Barat Adakan Diskusi Menjaga Kebersihan Lingkungan
- 14 Feb 2026 10:12 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Pengurus Cabang NU (PCNU) Aceh Barat menggelar kegiatan “Beut NU Warong Kupi” sebagai bagian dari syiar dan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di tengah masyarakat sekaligus Dalam rangka memperingati Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama,Jumat 13 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dikemas dengan konsep santai namun sarat makna. Bertempat di warung Blang Kopi dengan ruang publik yang lekat dengan kultur masyarakat budaya Aceh acara ini menghadirkan para ulama, pimpinan dayah, akademisi, unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk bersama-sama dalam melakukan diskusi yang bersifat humant interst dari berbagai persoalan dilingkungan masyarakat.
| Baca juga: DWP Aceh Barat Gelar Giat Literasi |
Adapun pemateri dalam Beut NU kali ini diisi oleh tiga narasumber yang berkompeten, yakni dari unsur TNI AD Kodim 0105 Aceh Barat, Mayor CKE Teguh Widodo selaku Kasdim Aceh Barat; dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Plt Sekda Aceh Barat Dr. Kurdi, ST, MT, MH; serta dari kalangan akademisi Universitas Teuku Umar Meulaboh, Ustad Ismu Ridha.
Ketua PCNU Aceh Barat, Dr. Tgk Khairul Azhar, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan 100 tahun NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen khidmat kepada umat dan bangsa.
“Warung kopi di Aceh adalah ruang perjumpaan umat. Di sinilah dakwah harus hadir dengan wajah yang ramah, menyejukkan, dan menyatukan, dalam kebersamaan sekaligus mengikat tali silaturahmi,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Beut NU Warong Kupi atau kegiatan majelis taklim ini menjadi simbol bahwa NU dekat dengan masyarakat, hidup bersama masyarakat, dan tumbuh dari masyarakat.”
Edisi khusus kali ini mengangkat tema “Refleksi Satu Abad NU: Bersatu dalam Jami’iyah, Memperkokoh Ekoteologi, Membangun Sosial Ekonomi Berkemajuan Berlandaskan Nilai Aswaja.”
Melalui kegiatan ini, PCNU Aceh Barat berharap nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, cinta tanah air, serta ikhtiar pelestarian alam semakin mengakar di tengah masyarakat. Momentum satu abad NU diharapkan menjadi penguat langkah organisasi dalam menjaga tradisi, merawat kebangsaan, dan membangun peradaban yang berkemajuan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....